SATU mobil pribadi menempi di toko dengan tulisan besar-Adee Kak Nah- di Desa Simpang Empat, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (12/3/2020) malam.
Jam baru menujukan pukul 20.00 WIB, saat enam pria keluar dari mobil itu menuju tempat penjualan adee. Dalam bahasa Indonesia, adee disebut dengan kue bingkang.
Tersedia dua varian yaitu adee tepung dan adee ubi. Penganan khas ini lahir dari tangan terampil Rosnah (50), asal Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Wanita paruh baya itu membuat kue ini paska tsunami 2004 lalu di Aceh.
Sejak saat itu hingga kini, usaha itu kian meluas. Sepanjang jalan nasional Medan-Banda Aceh di kawasan Kabupaten Pidie Jaya ini banyak warung yang menjual kue tersebut. Semua warung itu memakai label Adek Kak Nah, panggilan akrab dari Rosnah.
Dia pula yang menginspirasi sejumlah pebisnis lainnya untuk membuka warung kue sejenis dengan merk berbeda. Sehingga, tak heran, jika melintas di kabupaten itu akan banyak jenis kue adee dari berbagai merk.
“Kalau warung ini memang punya Kak Nah juga. Ini anaknya yang punya,” kata Safitri, penjaga warung.
Dia menyebutkan, di warung itu, sejak buka pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, sekurang-kurangnya terjuang 160 kue adee. Ukurannya bervariasi.
“Kalau ukuran kecil itu dijual Rp 20.000, kalau besar Rp 40.000,” terangnya.
Mayoritas pembeli menjadikan kue itu buat penganan di jalan atau oleh-oleh setelah melintasi di kawasan tersebut. biasanya, kata Safitri, masyarakat membeli dua kue. “Biasa mereka beli satu rasa tepung dan satu lagi rasa ubi,” terangnya.
Lalu cobalah rasakan bingkang ini. Legit dan lemak. Tidak terlalu manis. Sehingga sangat pas di lidah.
Nah, kini adee semakin diminati lidah masyarakat nusantara. Pembeli datang berbagai suku dan agama. Kue ini semakin tersohor. Seakan tidak sah jika belum membeli kue ini saat berkunjung ke Pidie Jaya. Silakan mencoba.
|KCM
Lhokseumawe — Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial danIlmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh…
M Atar ST MSIKetua umum Badko HMI Aceh Periode 2021- 2023 Di tengah dinamika kebijakan…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si menyerahkan secara simbolis bantuan…
LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, belum mengikuti Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 2 Tahun…
ACEH UTARA- Disperindagkop UKM Aceh Utara menegaskan komitmen untuk menindak tegas pangkalan gas elpiji 3…
ACEH UTARA- Puluhan unit rumah toko (ruko) di pusat pembelanjaan Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh…
This website uses cookies.