KUTA CANE | Kelompok tadi di Aceh Tenggara mengeluhkan harga jual pupuk subsidi di kabupaten itu. Pasalnya, pedagang dinilai menjual diatas harga eceran tertinggi (HET).
Pemuda Peduli Tani, Rudi Tarigan, Rabu (19/2/2020) menyebutkan di Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara dia menemukan harga jual diatas HET. “Pedagang menjual Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu per sak, dari harga HET pemerintah Rp 90 persak ukuran 50 kilogram,” sebutnya.
Dia meminta Pemerintah Aceh Tenggara turun tangan menertibkan pedagang pupuk nakal tersebut. Sehingga petani tidak kesulitan memperoleh pupuk.
“Ini harus ada solusi. Jangan dibiarkan begitu saja, kami merugi,” katanya. Sebelumnya, Komisi B, DPRK Aceh Tenggara telah membahas persoalan pupuk itu. Namun hingga kini belum ada perubahan di pasaran. “Semoga mereka (dewan) bisa segera bekerja untuk rakyat,” pungkasnya. |EDO
LHOKSUKON- Sebanyak 31 kelompok tari jenjang sekolah dasar dari Kecamatan Kuta Makmur dan Kecamatan Simpang…
Aceh Besar – Penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Aceh berjalan lancar dan memberikan dampak positif…
LHOKSEUMAWE -Pengamat Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh, Masriadi Sambo, menilai persoalan terhambatnya operasional Program Makan Bergizi…
Setiap kali Aceh Utara memasuki babak baru kepemimpinan, harapan masyarakat selalu sama: ekonomi daerah tumbuh,…
LHOKSEUMAWE — Dukungan Komisi X DPR RI terhadap pengalihan status dosen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian…
LHOKSUKON - Sebanyak 30 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Utara dipastikan kembali…
This website uses cookies.