ACEH UTARA – Rosnawati, ibu dari mahasiswa asal Aceh yang kuliah di Wuhan, Provinsi Hubei, Hayatul Hikmah, hingga kini belum bisa menghubungi putrinya setelah tiba di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
“Saya belum bisa komunikasi. Handphone anak saya tak aktif sejak tiba di Natuna. Terakhir komunikasi ketiak dia berada di Bandara Hang Nadim, Batam sesaat setelah tiba dari Wuhan, China,” sebut Rosnawati.
Dia menyebutkan, terus berkirim pesan lewat aplikasi whatsapp untuk menanyakan kabar putrinya. Di sisi lain, sambung Rosnawati, belum ada informasi lanjutan dari pemerintah terkait perkembangan karantina seluruh penumpang asal China di Natuna, Kepulauan Riau.
“Saya berharap, setelah selesai semua pemulihan kesehatan, segera bisa dipulangkan putri saya ke Aceh,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Provinsi Aceh, Al Hudri, menyatakan seluruh mahasiswa Aceh berada di Natuna, untuk observasi kesehatan. “Mereka 13 orang semuanya menjadi tanggungjawab pemerintah pusat sekarang. Kita terus komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri. Sampai sekarang belum ada intruksi lanjutan. Kalau disuruh kita jemput ke Natuna, maka Pemerintah Aceh siap menjemput mereka dan membawanya pulang ke Aceh,’ pungkas Al Hudri.
Sebelumnya diberitakan, paska merebaknya virus corona di China, 238 warga negara Indonesia dipulangkan dari Wuhan, Provinsi Hubei, China. Mereka dibawa ke Natuna untuk observasi kesehatan selama dua pekan. Virus corona kini menjadi salah satu virus mematikan berawal dari China. Sebanyak 18 negara menyatakan terkena virus tersebut. Otoritas China sempat menutup seluruh akses ke Wuhan, Provinsi Hubei.
|KCM

Subscribe to my channel

