Lhokseumawe – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun I Sultan Iskandar Muda merilis laporan, untuk wilayah Aceh sangat berpotensi terjadinya kekeringan yang diakibatkan karena intensitas hujan yang sangat ringan.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun I Sultan Iskandar Muda Zakaria mengatakan, saat sekarang ini wilayah Aceh akan memasuki musim kemarau sehingga sangat jarang terjadinya hujan.
“Berdasarkan hasil pemantauan dan analisa cuaca, maka untuk wilayah Provinsi Aceh sangat berpotensi terjadinya kekeringan, yang diakibatkan karena sudah mulai memasuki musim kemarau,” ujar Zakaria , Sabtu 11 Januari 2019.
Zakaria menambahkan, suhu udara di wilayah Aceh saat ini mencapai 32 derajat celsius dan diperkirakan suhu udara tersebut akan mengalami peningkatan hingga 35 hingga 37 derajat celsius.
Suhu udara 37 derajat celsius itu belum tergolong ekstrim, karena untuk wilayah Aceh pernah terpantau selama beberapa kali. Apabila suhu udara dinyatakan ekstrim, maka akan bertambah dua angka dari sebelumnya.
“Kalau suhu udara 37 derajat celsius pernah terpantau selama beberapa kali di Aceh dan itu tidak tergolong ekstrim, namun seandaianya apabila bertambah dua angka maka baru dinyatakan ekstrim,” tutur Zakaria.
Dirinya mengimbau masyarakat agar jangan membukan lahan dengan metode membakar, karena selama suhu udara panas, lahan-lahan gambut akan menjadi kering dan mudah terbakar.
“Selama musim panas ini alangkah baiknya agar tidak membakar lahan, kalau sudah terjadi kebakaran lahan, maka akan terjadinya kabut asap. Lebih baik kita saling menjaga untuk kelestarian lingkungan,” kata Zakaria. |TG
Sorry, there was a YouTube error.

Subscribe to my channel

