Categories: Wisata

Surga Tersembunyi di Pinggiran Paru-paru Dunia

Kabupaten Aceh Tenggara memang dikenal kaya akan potensi wisata alamya. Dikelilingi oleh Paru-Paru dunia yang kesuburan tanahnya mendukung tumbuhnya jenis-jenis pepohonan nan lebat , sehingga  menjadi ekosistem favorit bagi  Satwa liar seperti harimau sumatra, Gajah, Orang hutan,Badak, dan satwa lainnya.

Namun tak banyak yang tahu,  ada surga tersembunyi dibalik lebatnya hutan  yang menyelimuti. Berawal dari adanya informasi dari masyarakat Sapri Broeh bersama rombongan melakukan penjelajahan menuju kelokasi air terjun yang diberi nama air terjun Lawe (air) Bengkung.

Dengan menggunakan perahu tempel. Safri dan kawan-kawan memulai perjalanan dari  Desa Salim Pipit Kecamatan Babulrahmah Kabupaten Aceh Tenggara.

“ Wwalnya saya dan teman-teman ingin menghilangkan rasa penasaran atas cerita Masyarat setempat akan keberadaan  air terjun, yang mana dalam cerita itu Air Terjunnya Begitu menakjubkan,” kata Safri, Sabtu (16/11/2019)

Sepanjang perjalanan  menyusuri Sungai  Alas terasa seakan-akan larut dalam ketenangan dikarenakan dikiri kanan mata akan dimanjakan dengan hijaunya hutan.

Suasana Air terjun Lawe Bengkung di siang hari Foto Indra Wahyudi.

Selama menempuh jarak sekitar 3-4 jam gemuruh Air itupun akan mulai terdengar ditelinga, percikan  yang diakibatkan Persatuan Air Terjun Lawe Bengkung ke Sungai Alas seakan memberi seperti memberi sensasi suasana surga dunia.

“Bahkan cerita masyarakat itu tidak ada apa-apanya setelah memandang langsung Air Terjun Bengkung ini, ”tuturnya

Setelah beberapa lama menikmati eksotisme air terjun ini, Safri dan kawan-kawanpun istrahat sejenak sembari menyantap makanan mereka melihat beberapa tapak-tapak hewan seperti Harimau dan Gajah tercap di sekitaran pinggir Sungai.

“Ternyata lokasi  ini masih sangat alami dan sering dilalui satwa-satwa liar,” jelasnya

Air Terjun Bengkung sudahasuk dalam hutan lindung dan berbatasan langsung  dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Yang mana tinggi aliran airnya mencapai sekitar 50-60 Meter.

“Selaku masyarakar aceh tenggara kami bangga mempunyai potensi daerah yang kaya akan destinasi wisatanya, dan berharap kepada pemerintah pusat ataupun daerah agar memprioritaskan pengembangan parawisata alam,  dengan lebih aktif mempromosikan Wisata-Wisata yang ada di Tanah sepakat segenap ini” pungkas Safri.

|EDO

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Waspadai Penipuan Calon Jamaah Haji di Lhokseumawe, Begini Modusnya…

LHOKSEUMAWE - Puluhan calon jemaah haji (CJH) di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mendatangi Kantor Kementerian Haji…

4 hours ago

Bupati Aceh Utara : Data Ulang Masyarakat Miskin, Agar JKA Tepat Sasaran

LHOKSUKON — Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, Ismail A Jalil akrab disapa Ayahwa, meminta agar…

4 hours ago

BNPB Beberkan Kendala Pembangunan Huntara Penyintas Banjir Aceh Timur

IDI RAYEUK – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku kompleksitas masalah lapangan membuat pembangunan hunian…

10 hours ago

Dana Rehab Sekolah Aceh Tamiang Cair Rp 192 M, Sisa 38 Sekolah Belum Diperbaiki

Aceh Tamiang - Bupati Aceh Tamiang secara resmi meluncurkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Program…

1 day ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Sumbar Jaga Penyaluran BBM dan LPG Tepat Sasaran

Padang— Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat…

1 day ago

Nah Lo, 40 Murid SD Aceh Utara Menaiki Boat Menyeberang Sungai ke Sekolah

LHOKSUKON - Sebanyak 40 siswa yang menetap di Dusun Biram, Desa Plu, Pakam, Kecamatan Tanah…

1 day ago

This website uses cookies.