LHOKSEUMAWE | Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Lhokseumawe, cenderung melambung sejak sepekan terakhir.
Hal itu diakibatkan petani mengalami kesulitan memanen hasil kebun yang menjadi komoditi pasar.
Nana (20), pedagang sayuran Pasar tradisional Lhokseumawe, mengatakan penaikan harga komoditi tersebut terjadi sejak datangnya musim hujan yang mengguyur cukup deras.
“Kenaikan bahan dapur ini sudah sejak dua pekan terakhir, pihaknya juga mengeluh dengan kelonjatan harga bahan komoditi dan juga mendapat keluhan dari sejumlah konsumen,”katanya.
Ia menjelaskan harga yang mulai merangkak naik yaitu cabe merah sebelumnya Rp40 ribu kini menjadi Rp50 ribu, bawang merah sebelumnya Rp20 ribu menjadi Rp29 ribu, tomat dari Rp5 ribu menjadi Rp9 ribu, dan jeruk nipis dari Rp5 ribu naik menjadi Rp10 ribu.
Menurutnya, jika memasuki musim penghujan barang tidak tahan lama, cepat busuk, bahkan proses panennya susah.
“Seperti jeruk nipis dan cabe kita cari dari petani di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, biasanya juga mereka memasok bahan-bahan tersebut setiap pagi,”ujarnya.
Sedangkan, tomat serta bawang, pedagang biasa memesan dari luar provinsi, dikarenakan stok lokal tidak mencukupi.
“Kalau yang tidak ada di Aceh, kita ambil dari Brastagi, Sumatera Utara. Memang sudah kebutuhan rumah tangga, jadi sudah biasa dengar pembeli mengeluh,” ujarnya sembari tersenyum,”pungkasnya.
|RI|MU

Subscribe to my channel

