NewsInflasi Tertinggi Meulaboh, Terendah Banda Aceh

Inflasi Tertinggi Meulaboh, Terendah Banda Aceh

LHOKSEUMAWE | Bank Indonesia Kantor Peerwakilan (Kpw) Lhokseumawe mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Lhokseumawe pada bulan September 2019 kendali. Deflasi IHK tercatat sebesar 0,42 (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat mengalami deflasi sebesar 0,58 (mtm).

Jika dibandingkan dua kota lain yang menjadi lokasi penghitungan inflasi di Provinsi Aceh, inflasi terendah bulan ini berada di Banda Aceh yaitu 0,55 (mtm) dan tertinggi berada di Meulaboh sebesar 0,91 (mtm). Deflasi Kota Lhokseumawe pada bulan September 2019 terutama bersumber dari penurunan harga pada komponen Volatile Food dan komponen Administered Prices dengan andil masing-masing sebesar 0,45 dan 0,03. Di sisi lain,Komponen inflasi inti mengalami inflasi dengan andil sebesar 0,06.

“Inflasi akan tetap dijaga sehingga berada pada sasaran inflasi 2019, yaitu 3,5±1%. Untuk itu, koordinasi antara Pemerintah, Bank Indonesia dan lembaga terkait yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus diperkuat dalam menghadapi sejumlah risiko yang dapat mendorong kenaikan harga,” kata Kepala Bank Indonesia (Kpw) Lhokseumawe, Yufrizal melalui keterangan tertulis, Rabu (2/10/2019).

Ia menjelaskan komponen Volatile Food pada bulan September 2019 mengalami deflasi sebesar 1,70% (mtm), lebih jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,65% (mtm). Ada lima komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar, yaitu cabai merah (-0,25%), cabai rawit (-0,11%), bawang merah (-0,08%), tomat sayur (-0,07%), dan kacang panjang (-0,04%). Sementara itu, komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain tongkol/ambu-ambu (0,05%), kembung (0,04%), cumi-cumi (0,04%), bandeng (0,03%) dan ikan merah (0,02%).

Namun secara umum, komoditas hortikultura mengalami penurunan harga, misalkan, harga cabai merah mengalami penurunan sejalan dengan bertambahnya pasokan dari panen petani cabai lokal di Gayo Lues, Pidie, dan Pidie Jaya serta luar provinsi Aceh didukung curah hujan di sentra produksi. Senada hal tersebut, bawang merah juga mencatatkan penurunan harga didukung panen raya di beberapa wilayah di Indonesia.

Di sisi lain, komoditas ikan laut segar seperti ikan tongkol dan ikan kembung mengalami kenaikan yang disebabkan oleh tingginya gelombang laut yang menghambat nelayan untuk melaut jauh. Hal ini kemudian juga mengerek harga ikan bandeng sebagai pengganti. Harga komoditas daging ayam ras nampak meningkat kembali ke level normalnya sejalan dengan adanya perencanaan ulang pasokan bibit ayam oleh perusahaan ke peternak ayam. Secara tahunan, komponen Volatile Food mencatat inflasi sebesar 0,28% (yoy),”

B|AT

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan Kodam I/Bukit Barisan Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Distribusi Energi

Medan – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan audiensi...

Pupuk Indonesia Perluas Pasar UMKM Binaan Melalui Kriyanusa 2026

Jakarta– PT Pupuk Indonesia (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Istri...

Siapkan Engineer Masa Depan, Rekind Jembatani Kampus dengan Dunia EPC

Menjadi seorang engineer tidak cukup hanya memahami teori dan...

Cerita Taruna Tewas Saat Ospek, Ibu ; Lebam di Badan dan Leher

Nurlaila ibu dari Muhammad Rasya Fadhilla (19) tarunaPoliteknik Pelayaran...

Pupuk Indonesia Panen Jagung Manis Di Lahan Ponpes Segoro Agung

Mojokerto – PT Pupuk Indonesia (Persero) melaksanakan panen jagung...