ACEH UTARA| Pakar Teknologi Informasi, Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara,DR Dahlan Abdullah, menilai langkah Pemerintah Kota Lhokseumawe meminta PT Telkom memblokir game PUBG ((Player Unknown’s Battle Grounds) tidak efektif. Pasalnya, publik masih bisa mengakses game online itu lewat provider lain seperti PT Telkomsel, PT Axis, PT XL dan lain sebagainya yang beroperasi di Aceh.
“Jika minta blokir itu, tidak hanya PT Telkomsel. Harus semua provider disurati untuk diminta pemblokiran game PUBG. Kalau tidak,ya masyarakat masih bisa akses juga dengan menggunakan provider lain, selain Telkom,” Dahlan, Kamis (15/8/2019).
Dia menyebutkan, pemblokiran yang dilakukan provider umumnya berbasis internet protocol (IP). Namun, itu pun dinilai belum efektif. Pasalnya, masyarakat bisa menggunakan VPN (Virtual Private Network), untuk mengakses game itu.
“VPN itu sederhananya untuk mengakali IP lokal menjadi IP internasional. Jika sudah IP internasional, ya semua bisa maen game PUBG itu. Karena di internasionalnya tidak diblokir kan,” terang Dahlan.
Namun, jika seluruh provider tanah air memblokir, setidaknya bisa mengurangi masyarakat untuk mengakses game online itu. “Jadi keliru kalau Pemko Lhokseumawe hanya minta satu provider saja. Harusnya surati semua provider,” terang Dahlan.
Sebelumnya diberitakan Pemerintah Kota Lhokseumawe meminta PT Telkom memblokir game PUBG. Langkah itu untuk menindaklanjuti fatwa haram game tersebut yang dikeluarkan MPU Aceh. |KCM

Subscribe to my channel

