ACEH TIMUR |Semburan gas dan lumpur setinggi tujuh meter masih terjadi di bekas sumur minyak milik PT Assamera di Peureulak Timur Desa Seuneubok Lapang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, Kamis (1/8/2019). Polsek Peureulak Barat, Aceh Timur, melarang sejumlah warga yang melintas di lokasi kejadian.
Kapolsek Peureulak Barat, Aceh Timur, Ipda Deny Albar, dihubungi per telepon, menyebutkan polisi memasang sejumlah tulisan di atas kertas dan menempel di dekat lokasi kejadian. “Kita larang warga melintas, takutnya ada yang merokok sehingga berpotensi menyambar gas dan membuat terbakar,” kata Kapolsek.
Dia menyebutkan, kondisi itu terjadi dua hari terakhir. Polisi dan masyarakat telah meminta bantuan PT Medco untuk menutup semburan gas tersebut.
“Kemarin Tim PT Medco sudah datang ke lokasi. Dari pengecekan awal kadar gas dari semburan itu nol dan kadar oksigen 209. Menurut tim Medco itu belum berbahaya, namun berpotensi sewaktu-waktu kadar gas berubah dan bisa jadi berbahaya. Makanya, kita minta untuk ditutup saja,” kata Kapolsek.
Permintaan itu sambung Kapolsek juga sesuai dengan keinginan masyarakat. “Medco prinsipnya bersedia membantu pengendalian semburan gas dan lumpur itu. Pemerintah Aceh Timur juga sudah meminta Medco untuk menanganinya. Mungkin sedang dikaji teknisnya,” pungkas Kapolsek.
Sebelumnya diberitakan semburan gas bercampur lumpur setinggi tujuh meter di lokasi itu. Bau gas begitu terasa dan dikhawatirkan menimbulkan kebakaran.
|KCM

Subscribe to my channel

