BANDA ACEH | Dinas Sosial Provinsi Aceh menunggu arahan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia terkait penanganan kasus penyiksaan terhadap Anisa (25) tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara oleh majikannya di negeri jiran itu. Dinas Sosial Aceh sejak empat hari lalu berkomunikasi intensif dengan KBRI Malaysia untuk penanganan kasus yang memilukan tersebut.
“Ini kan lintas negara. Saya sejak awal sudah komunikasi dengan KBRI di Malaysia. Kita menunggu bagaimana arahan KBRI berikutnya soal Anisa. Jika diminta kita menyediakan pengacara, maka kita akan menyiapkan pengacara,” kata Kepala Dinas Sosial, Pemerintah Aceh, Al Hudri, dihubungi per telepon, Rabu (24/7/2019).
Sejauh ini, tim KBRI sudah bertemu dengan Anisa setelah diantar oleh komunitas masyarakat Aceh di Malaysia. Pemerintah Aceh, sambung Al Hudri, berharap proses hukum terhadap majikan yang menyiksa Anisa terus dikawal oleh KBRI. Sehingga, majikan yang menyiksa gadis asal Aceh itu bisa menerima hukuman setimpal atas perbuatannya.
“Saya sudah bilang juga ke KBRI agar proses hukumnya dibantu pengawalan. Agar ada efek jera bagi majikan yang berbuat sadis pada TKW kita di negeri jiran itu,” katanya. Tim Dinas Sosial, sambung Al Hudri, memantau perkembangan kasus Anisa di Malaysia setiap hari.
“Kami pantau day to day (setiap hari). Kami ingin pastikan warga Aceh di Malaysia mendapat perlindungan dan proses hukumnya berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Anisa, berhasil lolos dari rumah majikannya setelah lari dengan cara menaiki pohon. Bahkan, Anisa sempat dibuang oleh orang yang menemukannya. Beruntung komunitas masyarakat Aceh menemukan Anisa dan menjaganya. Kondisi Anisa dengan luka bakar sekujur tubuh, tangan dan kaki. Bahkan gigi gadis itu rontok karena disiksa majikannya.
|RI|DI

Subscribe to my channel

