EditorialPuluhan Pemuda Lhokseumawe Ikut Pelatihan Feature dan Stroyteller

Puluhan Pemuda Lhokseumawe Ikut Pelatihan Feature dan Stroyteller

LHOKSEUMAWE– Puluhan pemuda Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh mengikuti pelatihan feature dan storyteller di Aula FISIP Universitas Malikussaleh (Unimal) Bukit Indah, Lhokseumawe, Rabu-Kamis (15-16/7/2026).

Hadir sebagai pembicara Zahari, Masriadi, Jafaruddin, Asmaul Husna, Halida Bahri dan Sarrah Fadhillah Kurnia. Para pembicara gabungan antara akademisi dan praktisi jurnalisme dan storyteller itu memberikan pengetahuan praktis untuk para remaja.

Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi bidang penulisan dan berbicara dengan menarik. Dua kompetensi itu paling dibutuhkan diera digital saat ini.

Salah seorang pembicara Zahari menyebutkan kemampuan feature (penulisan jurnalisme yang khas) dan storyteller (kemampuan bercerita) menjadi kemampuan paling dibutuhkan generasi Z.

“Misalnya, storytellernya bagus bisa menjadi konten kreator atau memasarkan produk secara digital,” terangnya.

Sementara itu, Sarrah Fadhillah menyebutkan storyteller merupakan kompetensi belum mendapat perhatian serius di kalangan kampus dan masyarakat Aceh. Sehingga, digitalisasi belum membawa berkah dalam jumlah besar untuk generasi muda.

“Jumlah kreator kita masih sedikit dibanding lainnya. Ini perlu terus kita dorong, karena kekuatan bercerita sangat dibutuhkan. Agar publik tau apa yang ingin disampaikan dan bisa merubah sudut pandang masyarakat,” katanya. Dua kompetensi itu bisa digunakan untuk berbagai profesi. Sehingga sangat bermanfaat untuk generasi muda di Aceh.

Sementara itu, Jafaruddin jurnalis senior di Kota Lhokseumawe menyebutkan jika storyteller menyampaikan lewat lisan, maka feature menyampaikan lewat tulisan. Dia mengkritisi salah satu kelemahan pendidikan di Indonesia tidak mendorong budaya membaca dan menulis serta bercerita.

“Sehingga generasi kita tidak banyak yang mampu bercerita dan menulis yang baik. Dua kemampuan ini didahului dengan membaca yang baik,” terangnya.

Dia mengapresiasi kegiatan pelatihan dengan materi praktis yang mudah dipahami oleh peserta. Diharapkan seluruh peserta ke depan bisa menjadi trainer pada pelatihan yang digelar oleh lembaga lainnya.

“Kegiatan ini harusnya sejak awal digelar, sejak jenjang taman kanak-kanak. Pelan-pelan pasti akan lahir generasi hebat menulis dan berceria, menyampaikan gagasan runtut dan ini akan membuat damai kehidupan di media sosial Indonesia,” pungkasnya.

Kegiatan ini kerjasama Universitas Malikussaleh (Unimal) dan Bakata.net. Didukung oleh PT Pembangunan Aceh (Pema), PT Pema Global Energi, PT Medco E&P Malaka, PT Pupuk Iskandar Muda, PTPN 4 Langsa, PT Pertamina PHE NSO, Pertamina Perta Arun Gas dan Pertamina Patra Niaga.[]

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Buah dari Transformasi di Bawah Danantara, Pupuk Indonesia Bukukan Laba Rp8,51 Triliun di 6 Bulan Pertama 2026

Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan laba...

Polisi Selidiki Kelangkaan BBM di Lhokseumawe

LHOKSUKON- Tim Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh menyelidiki kelangkaan bahan...

Bupati Al-Farlaky Serahkan Santunan Ahli Waris Tahap III Korban Banjir

Bantuan Tidak Boleh Dipotong, Jadup Tahap II Sedang Berproses Aceh...

Merajut Harapan dari Negeri Pase

Kabut pagi masih menggantung di antara perbukitan Kuta Makmur...

Hampir Satu Dekade Mangkrak, Jembatan Gantung Bhoem–Blangsimpo Akhirnya Siap Dilanjutkan

ACEH TIMUR – Harapan masyarakat Desa Bhoem dan Desa...