Categories: Uncategorized

Begini Asal Mula Bibit IF8 yang Dilarang Itu….

ACEH UTARA | Benih IF8 yang dilarang Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh Utara itu berasal dari Asosiasi Bank dan benih Tani Indonesia (AB2TI) pusat yang berkantor di Bogor. Pemulia benih itu Prof  Dwi Andreas Santosa, dosen pada Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Alam, Institute Pertanian Bogor (IPB).

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Aceh Utara, Abdul Jalil, dihubungi per telepon, Jumat (28/6/2019) menyebutkan awalnya benih itu berupa bantuan Provinsi Aceh tahun 2017.

“Awalnya benih itu dari mereka, diberikan bantuan oleh Provinsi Aceh untuk demplot padi di Nisam, Aceh Utara. Untuk lebih jelas, silakan tanya mereka yang dengar,” kata Abdul Jalil.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal AB2TI Aceh, Munirwan, menyebutkan bantuan bibit itu disalurkan Pemerintah Aceh tahun 2017 di desanya, Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara. Saat itu, gubernur Aceh masih dijabat Irwandi Yusuf.

“Pemulia benih ini Prof Dwi Andreas Santosa, Ketua AB2TI Pusat berkantor Bogor. Beliau dosen IPB,” kata Munirwan yang juga Kepala Desa Meunasah Rayeuk,Kecamatan Nisam, Aceh Utara.

Dia menyebutkan,bahkan Presiden Joko Widodo, bahkan ingin melakukan panen perdana benih itu tahun 2017 lalu. Namun, karena telanjur padi memasuki masa panen petani tidak bisa menunggu jadwal presiden.

“Kalau menunggu jadwal presiden, bisa busuk padi petani. Karena sudah memasuki masa panen. Maka, digantilah yang hadir itu Pak Hanan, Kadis Pertanian Aceh, dan sejumlah pejabat di Aceh Utara,” katanya.

Dia menyebutkan,soal sebutan benih IPB, karena memang pemulia (penemu) benih itu dari dosen IPB.

Dia berharap, larangan itu bisa dikaji ulang. Pasalnya, sesuai aturan Kementerian Pertanian RI, benih yang diproduksi dalam skala terbatas tidak perlu dilepas Kementerian Pertanian RI. Namun dilarang dijual secara komersial. Hanya bisa dijual untuk komunitas petani. “Maka benih itu tidak dijual ke kios-kios. Hanya dijual ke kelompok padi,” katanya.

Saat ini, Munirwan turut mengembangkan benih itu setelah mendapat izin dari AB2TI Pusat. “Kelebihan benih ini, tahan di tanah kering dan hasil panennya melimpah, 11,6 ton per hektare. Padi kita di Aceh Utara hanya 6 sampai 7 ton. Itu yang menyatakan 11,6 ton juga dinas,” katanya

Sementara  Biro Komunikasi Publik, Institute Pertanian Bogor (IPB) membantah benih IF 8 varietas yang diproduksi institusi IPB. Dalam klarifikasi yang diterima Kompas.com, disebutkan IPB IF8 bukan varietas atau galur padi hasil pemuliaan yang diproduksi oleh institusi IPB University sehingga kami tegaskan bahwa IF8 tidak ada kaitan sama sekali dengan IPB University sebagai institusi. |KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Bupati Al- Farlaky Serahkan 6 Armada Ambulans Baru untuk Puskemas

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mulai menjawab kebutuhan kendaraan…

2 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Dukung Penegakan Hukum dan Perkuat Pengawasan Takaran BBM di SPBU

Medan – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menegaskan komitmennya untuk memastikan penyaluran…

2 days ago

Gas Realisasi APBK- P, Bupati Al Farlaky Minta OPD Kebut Paket Pekerjaan

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., memimpin Rapat Koordinasi dan…

2 days ago

SDN 2 Dewantara Gelar Maulid, Kadis Pendidikan : Pendidikan Islami Modal Utama Anak …

ACEH UTARA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SD Negeri 2 Dewantara,…

3 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Ombudsman Sumatera Utara, Kawal Penyaluran Energi

Medan– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan…

3 days ago

Masa Sewa Huntara Berakhir Desember 2026, Nasib Ratusan Penyintas Banjir di Aceh Utara Mengantung?

ACEH UTARA – Ratusan kepala keluarga (KK) penyintas banjir di Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan,…

3 days ago

This website uses cookies.