LHOKSEUMAWE | Eksekutif Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (EK LMND) tidak jadi mengelar aksi di Taman Riyadha Kota Lhokseumawe. Mereka memilih mengadakan konferensi pers di Mesium Rumah Aceh Lhokseumawe, Kamis, 30 Mei 2019.
Dalam konferensi pers itu terlihat dihadiri Dandim 0103/Aceh Utara, Kabag Ops Polres Lhokseumawe, dan perwakilan dari Pemda Aceh Utara.
“Aksi itu gagal dikarenakan situasi perkembangan negeri kita belum membaik, mengingat pada 21-22 Mei lalu terjadi aksi di Jakarta mengakibatkan kerusuhan,” kata Ketua EK-LMND, Munzir kepada awak media, Kamis (30/5/2019).
Dia menambahkan aksi yang rencana akan dilakukan dengan mendesak anggota MPR, DPR dan DPD asal Aceh untuk mendaftarkan wancana referendum ke Mendagri.
Menurut Munzir, referendum yang tersebar di publik yaitu pemisahan wilayah dan negara. Sedangkan referendum yang akan dilakukan aksi yaitu referendum jajak pendapat seluruh rakyat dan tidak melanggar prinsip demokrasi.
“Jika undangan aksi referendum yang tersebar dan menganggu keamanan negara, tentu hal ini tidak kita inginkan bersama, karena tujuan kita untuk kemuslihatan kita bersama dan melakukan aktivitas tidak menganggu orang lain,” tutupnya.
Sebelumnya, wacana referendum digulirkan Ketua Umum Partai Aceh, Muzakkir Manaf. Wacana itu lalu bergulir dan mendapat respon dari sejumlah tokoh lokal dan nasional di tanah air. |MU
LHOKSEUMAWE – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lhokseumawe menegaskan akan menempuh langkah hukum terkait dugaan penganiayaan terhadap…
LHOKSEUMAWE – Kasus Syukri (48), petani asal Gampong Bayi, Dusun Rubiah, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh…
BANDA ACEH — Kabar baik bagi masyarakat dan wisatawan yang sedang mencari penginapan nyaman dengan…
ACEH UTARA – Insiden yang menimpa Haiqal saat pertandingan turnamen sepak bola di Kecamatan Tanah Luas…
ACEH UTARA – Wartawan Beritamerdeka.net, Haikal Alfikri, mengungkap kronologi dugaan pemukulan terhadap dirinya oleh dua oknum…
ACEH UTARA - Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Habitat for Humanity Indonesia memperkuat kapasitas masyarakat…
This website uses cookies.