Categories: Parlemen

Partai Butamah Viral di Media Sosial, Ini Cerita Pendirinya

Partai Butamah Aceh menjadi ramai di media sosial, utamanya instagram akhir-akhir ini. Tentu ini bukan partai sesungguhnya yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI. Bukan pula peserta pemilihan umum, 17 April nanti.

Ketua Umum Partai Bu Tamah, Firman Saputra, lewat aplikasi Whatsapp, Rabu (3/4/2019) menyebutkan awalnya partai ini dibuat tahun 2009 lalu bersama seorang teman, Zulfadli Kawom di Kota Lhokseumawe, Aceh.

“Saat itu ide ini kami rancang bersama Zulfadli Kaom. Kami melihat gejolak para pelaku partai dan tim sukses yang kerjanya membisikkan isu-isu kemenangan partai tertentu,” sebut Firman.

Butamah artinya Barisan Utama Masyarakat Aceh. Nama itu menjadi menarik karena dalam bahasa Aceh berarti nasi tambah. Mengusung tujuan untuk mengajak kaum muda lebih aktif dalam mengawal politik lokal di Aceh. “Agar tidak golput, dan benar-benar mempersiapkan diri untuk lebih berpikir baik untuk Aceh,’ sebutnya. Ditimpali sekretaris partai, Fachrul Razi, ‘juga melawan money politik,” terangnya.

Sejak 2017 lalu, baik Facrul dan Firman, mengampanyekan partai ini lewat media sosial. Menurutnya, kampanye fungsi partai menjadi fokus mereka. Selama ini, Fachrul menilai “benci” pada partai politik dan ogah ikutan politik praktis. Butamah, katanya, ingin meningkatkan partisipasi dan pemahaman soal partai politik.

Dalam pemilihan umum kali ini, mereka mendisain stiker dan poster mirip calon anggota legislatif. Bahkan, misalnya, Partai Butamah dengan nama calon anggota legislatif serta daerah pemilihannya.

“Partai butamah pada pileg 2019 iseng iseng membuat poster caleg DPRA, dimulai dari saya sendiri dan isiatif membuat design punya teman teman dekat, akhirnya banyak teman teman yang minta dibuatkan juga. Hingga saat ini sudah ada 40 org “caleg” DPR Aceh yg mendaftar di 23 kab/kota,” sebutnya.

Bagi kedua pentolan Partai Butamah itu, berpolitik lewat partai itu asyik dan bertujuan mulia.

“Plitik adalah pekerjaan yang sangat mulia karena memperjuangkan nasib orang banyak. Kami ingin mengajak generasi milenial agar melek politik,” sebutnya.

Lalu, akahkan menjadi partai sesungguhnya? “Ya, rencana begitu. Tidak ada larangan soal jumlah partai kan. Kita buat partai lokal lagi,” kata Firman.|KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Merajut Harapan dari Negeri Pase

Kabut pagi masih menggantung di antara perbukitan Kuta Makmur ketika gemuruh Air Terjun Blang Kolam…

5 minutes ago

Hampir Satu Dekade Mangkrak, Jembatan Gantung Bhoem–Blangsimpo Akhirnya Siap Dilanjutkan

ACEH TIMUR – Harapan masyarakat Desa Bhoem dan Desa Blangsimpo yang sempat nyaris padam kini…

24 hours ago

Bupati Al-Farlaky Beri Teladan, Antar Putra ke Sekolah pada Hari Pertama

Aceh Timur– Kesibukan sebagai kepala daerah tidak menghalangi Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,…

24 hours ago

Jangan Pulang dari Aceh Utara Tanpa Membawa Bolu Ikan

Dari Dapur Keude Geudong ke Pasar Digital, Manisnya Warisan Samudera Pasai yang Bertahan Melintasi Zaman…

1 day ago

Hari Pertama Masuk Sekolah, Keseruan di SDN 2 Dewantara

ACEH UTARA – Hari pertama masuk sekolah di SD Negeri 2 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara,…

1 day ago

Polres Aceh Timur Selidiki Penemuan Jenazah Bayi di Simpang Ulim

ACEH TIMUR-Penemuan jenazah seorang bayi perempuan di aliran Sungai Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, Minggu (12/07/2026),…

2 days ago

This website uses cookies.