SosokAhli Strategi yang Enggan Berbuat Gaduh dan Onar

Ahli Strategi yang Enggan Berbuat Gaduh dan Onar

Qais b. Sa’ad b. Ubadah adalah figur kharismatik yang sangat dikagumi para sahabat Nabi, khususnya golongan anshor. “Jika saja jenggot Qais b. Sa’ad mau dijual, maka akan kami bayar sekalipun dengan seluruh harta kami,” demikian penghargaan orang-orang  Anshar terhadap Qais b. Sa’ad yang bertampang teduh menawan.

Rasulullah Saw juga sangat mengaguminya karena loyalitas Qais b. Sa’ad. Nabi Muhammad Saw pernah berujar: “Sesungguhnya kemurahan melimpah dari pemilik rumah ini.” Yang dimaksud Rasulullah di sini adalah Qais b. Sa’ad b. Ubadah, seorang yang terkenal cerdas, cerdik, pandai, sekaligus loyalis.

Qais b. Sa’ad sebelum Islam adalah tokoh yang dikenal sebagai konsultan politik dan strategi perang dengan imbalan 1000 kali lipat pendapatan seorang panglima perang. Tapi semenjak masuk Islam beliau mencurahkan kemampuannya itu untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Orientasi hidupnya berubah sebab beliau selalu teringat firman Allah Swt.: “wa laa yahiqu al-makru as-sayyi’u illaa bi ahlih” (Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri) (QS Fatir: 43)

Ketika pertama kali dirinya memeluk agama Islam, Qais b. Sa’ad dengan menggenggam tangan putranya berkata kepada Nabi Muhammad. “Wahai Nabi, inilah putraku yang akan melayanimu!” Loyalitas Qais b. Sa’ad juga pernah diungkapkan oleh Anas b. Malik: “Peran dan posisi Qais di hadapan Rasulullah adalah adalah seperti pengawal raja.”

Dalam satu riwayat lain, Qais b. Sa’ad juga pernah berkata di hadapan orang-orang Madinah: “Kalau saja tidak karena agama Islam, niscaya (dengan kemampuan dan keahlian mengatur strategi) aku akan buat kegaduhan yang tak sanggup ditangani bangsa Arab.”

Sikap mulia ini beliau tunjukkan dalam peristiwa perang Shiffin, antara pasukan Ali b. Abi Thalib dengan pasukan Mu’awiyah, Qais b. Sa’ad berpihak kepada Ali. Sekalipun akhirnya Muawiyah dimenangkan melalui proses politik yang dramatis (dalam sejarah disebut “tahkim”), tapi Qais tidak ingin ikut campur.

Saat itu beliau hanya berkomentar: “Demi Allah, sekalipun Mu’awiyah telah berhasil mengalahkan kita (kelompok Ali), sebenarnya bukan karena strategi politiknya yang telah mengalahkan kita. Dia menang karena kita mengalah semata-mata karena Allah Swt.”

Begitupun sikap Qais ketika menyikapi usaha Mu’awiyah menyingkirkan pengaruh cucu Rasulullah, Hasan b. Ali. b. Abi Thalib. Beliau sebetulnya berniat memulihkan dan menyelamatkan Hasan dari pengaruh politik Muawiyah. Tapi demi kemaslahatan umat Islam, akhirnya beliau membuat dua opsi kepada pengikutnya: “Jika kehendak kalian tetap ingin berjuang sampai mati melawan Mu’awiyah maka aku layani. Tapi jika kalian ingin hidup aman di bawah Muawiyah, maka aku pun menuruti.”

Rupanya mayoritas memilih opsi ke-2 yakni ingin hidup aman, nyaman beribadah, sekalipun dalam cengkraman otoritarian kekuasaan Mu’awiyah. Qais b. Sa’ad sebetulnya mampu melawan Mu’awiyah. Dari awal Qais dikenal berseberangan dengan Mu’awiyah yang sama-sama ahli strategi. Bedanya, Qais tidak ingin memanfaatkan kemampuannya untuk berbuat onar yang menyebabkan madlarat bagi umat Islam.

Prinsip hidup Qais b. Sa’ad yang patut dicontoh adalah tidak mau berbuat gaduh dan onar sekalipun kemampuan dan kesempatan itu ada. Kegaduhan dan keonaran pasti berbalik kepada pihak yang merekayasa membuat kejahatan kepada umat manusia. Ingat dan sadarlah!!!

M. Ishom el-Saha (Dosen UIN Sultan Hasanuddin, Serang)

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Menempati Hunian Alakadar di Aceh Utara…

LHOKSUKON – Sejumlah penyintas banjir duduk di dalam hunian...

Para Kepala Desa Desak Pembangunan Huntap di Aceh Utara

Keuchik (Kepala Desa) Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh...

PNL Perluas Kemitraan Internasional melalui Kolaborasi Strategis dengan Industri dan Institusi Pendidikan di Malaysia

MALAYSIA - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat peran...

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadirkan Pasar Murah untuk 1.000 Warga di Padang

Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut)...

Bupati Aceh Utara ; Tunda Aturan Desil Hingga Juli demi Akses Berobat Warga

ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil,...