NewsKorupsi di Kemenag Aceh, Yuliardi dan Eti Astuti Divonis Penjara

Korupsi di Kemenag Aceh, Yuliardi dan Eti Astuti Divonis Penjara

BANDA ACEH | 2 Terdakwa kasus korupsi pembangunan gedung Kantor Wilayah Kemenag Aceh divonis masing-masing 1,5 tahun penjara. Putusan itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terdakwa pertama yaitu PNS Kemenag Aceh, Yuliardi dan terdakwa dua yaitu pihak rekanan, Direktur Utama PT Supernova Jaya Mandiri Hendra Saputra. Persidangan dipimpin hakim ketua Eti Astuti.Kedua terdakwa disidangkan dalam berkas terpisah. Majelis hakim dalam sidang menyatakan para terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan msnyebabkan kerugian negara Rp 1,1 miliar.

“Menjatuhkan vonis kepada terdakwa Yuliardi dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara,” putus Eti di PN Banda Aceh, Kamis (21/3/2019).Selain hukuman penjara, majelis hakim juga mewajibkan Hendra membayar uang pengganti sebesar Rp 1 miliar. Usai persidangan, terdakwa dan jaksa mengaku masih pikir-pikir terhadap putusan tersebut.

Skandal korupsi itu terjadi kala APBN 2016 mengucurkan dana miliaran rupiah. Tujuannya untuk pembangunan Gedung Kakanwil Kemenag Aceh.

Belakangan, patgulipat itu tercium BPK dan kejanggalan diserahkan ke kejaksaan. Akhirnya, Yuliadri dan Hendra ditangkap dan diadili.

Pada 21 Februari 2019, jaksa menuntut Yuliadi selama 1,5 tahun penjara karena dinilai korupsi proyek pembangunan gedung. Adapun Hendra juga dituntut serupa. Bedanya, Hendra diwajibkan mengembalikan uang Rp 1,01 miliar. |DTC

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadirkan Pasar Murah untuk 1.000 Warga di Padang

Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut)...

Bupati Aceh Utara ; Tunda Aturan Desil Hingga Juli demi Akses Berobat Warga

ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil,...

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Riau dalam Menjaga Ketahanan Energi

Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara...

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)...

Derita Anak Penyintas Banjir Tamiang, Ribuan Belum Miliki Seragam dan Alat sekolah

KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi...