BANDA ACEH | 11 orang napi di Rutan Takengon, Aceh Tengah, Aceh, kabur setelah membobol sel. Jumlah petugas jaga di Rutan Takengon memang kurang.
“Dari sisi petugas kurang, karena di Takengon itu yang jaga 6 orang, sementara yang dijaganya 500 orang. Kalau dari aspek pengawasan memang kita kurang memadai,” kata Kepala Kanwil Kemenkum HAM Aceh Agus Toyib saat ditemui di Lapas Banda Aceh, Jumat (22/2/2019).
BACA JUGA : Mayat di Aceh Utara Bertato seperti Huruf Thailand
Kesebelas napi melarikan diri pada Kamis (21/2) dini hari dengan membobol plafon kamar sel. Setelah itu, mereka memanjat ke atas menggunakan kain yang sudah disambung.
Mereka kemudian menuju ruang kerja dan melakukan pembobolan. Terakhir, mereka membobol teralis jendela dan kabur.
Setelah tahu ada napi yang kabur, pihak Rutan melapor ke Polres Aceh Tengah. Pengejaran dilakukan dan dua napi berhasil ditangkap kembali. Sementara sembilan orang lagi masih diburu.
“Mungkin mereka tidak sabar aja di dalam, tidak ingin menjalani hukuman sehingga menjalankan cara-cara seperti itu,” jelas Agus.
Agus menyebut tidak ada laporan permasalahan antara napi dengan petugas. Hubungan sipir dengan narapidana disebut harmonis.
“Yang jelas tidak ada faktor misalnya diperlakukan tidak baik atau napi dipukuli itu tidak ada. Sejauh ini pelarian napi tidak dibantu oleh petugas,” ujar dia. |DTC
Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si menghadiri kegiatan Khanduri Laot…
LHOKSUKON- Helikopter water bombing akhirnya berhasil memadamkan api di tumpukan kayu sisa banjir Desa Babah…
LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengusulkan sebanyak 200 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil…
LHOKSUKON – Kontraktor pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…
JAKARTA | PT Rekayasa Indsutri (Rekind) memperoleh dua penghargaan di ajang Top CSR Awards 2026.…
LHOKSUKON– Memasuki hari ketiga, kebakaran kayu sisa banjir di Desa Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Kabupaten…
This website uses cookies.