ACEH UTARA | Masyarakat di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, dua pekan terakhir mengeluhkan kelangkaan semen di kawasan itu. Selain itu, harga turut melambung dari Rp 50.000 per sak, kini mencapai Rp 54.000 per sak. Dua jenis semen yang digunakan masyarakat yaitu Semen Padang dan Semen Andalas bahkan sulit ditemukan di sejumlah toko material di wilayah tersebut.
BACA JUGA : Belanja, Berwisata dan Bersantai di Ujung, Aceh Utara
Salah seorang kontraktor pembangunan rumah, Reza Angkasa, Selasa (5/2/2019) menyebutkan untuk Semen Andalas dua pekan terakhir sulit dicari di pasar. Sedangkan untuk Semen Padang, dua hari terakhir mulai langka di sejumlah pasar di Aceh Utara.
“Pemerintah Aceh mungkin bisa membantu berkomunikasi dengan manajemen kedua perusahaan semen itu, agar tidak langka lagi. Susah kita, sudah harganya mahal, barangnya tak ada lagi,” kata Reza.
Salah seorang pemilik toko bangunan, Musrizal, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kelangkaan semen membuat sejumlah pembeli kecewa. “Saya komunikasi ke distributor, katanya barang yang masuk memang sedikit. Jadi, kita hanya dapat sedikit juga jumlah semen. Disisi lain,permintaan tinggi, maka tidak ada barang yang mau kita jual,” sebutnya.
Dia berharap, kelangkaan semen itu segera teratasi. Sehingga, pembeli tidak kecewa dengan berkali-kali menghubungi pedagang untuk menanyakan ketersediaan semen.
“Semoga kelangkaan ini segera teratasi, kami pedagang aja kesulitan jika semen langka, apalagi pekerja bangunan dan lain sebagainya,” pungkasnya. |TI

Subscribe to my channel

