NewsIDI Aceh Utara : Kalau tak Ada APD, Kami Mati

IDI Aceh Utara : Kalau tak Ada APD, Kami Mati

ACEH UTARA – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Aceh Utara, dr Harry Laksmana, menyebutkan sejawat dokter yang bernaung di bawah organisasi profesi itu berkali-kali meminta agar pemerintah pusat menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan pasien virus corona atau Covid-19.

Bahkan, para dokter sempat ketakutan karena tidak tersedianya APD di Puskesmas. Kondisi itu, sambung Harry mengancam keselamatan dokter. Apalagi, dokter di Puskesmas bertugas untuk mendeteksi Orang Dalam Pemantauan (OPD) dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Teman-teman sejawat itu bilang, ketakutan juga mendeteksi OTG dan ODP. Ini garda depan. Kalau PDP sudah pasti di rumah sakit rujukan,” kata Harry.

Dia menyebutkan, sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin untuk menyediakan APD khusus Puskesmas. “Saya dengar sudah ada sekarang APD di Puskesmas dalam jumlah terbatas. Ini kabar baik. Kami siap bertempur garda depan, namun juga lindungi juga peralatan tempur kami. Kalau tidak ada APD kami mati,” sebut Harry.

Selain itu, dia menyarankan agar ODP itu dijaga oleh militer seperti TNI/Polri. Sehingga tertib menjalani masa karantina di rumah selama 14 hari.

Untuk itu, Harry menyebutkan terus berkomunikasi soal strategi penanganan virus dengan sejumlah pihak di kabupaten itu. Termasuk ruang isolasi khusus untuk dokter yang menangani pasien.

“Tadi saya sudah komunikasi ke Direktur Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Bu Ida. Beliau siap memfasilitasi ruangan khusus untuk dokter. Jadi, nanti setelah bekerja, mereka di ruang isolasi, tidak langsung pulang ke rumah. Agar keluarganya juga aman,” sebut Harry.

Dia menyebutkan, ruangan khusus buat dokter itu penting untuk memastikan dokter sehat dan tidak terjangkit virus. Apalagi data di Provinsi DKI Jakarta menyebutkan 61 paramedis dinyatakan positif corona.

“Maka kita bilang ini perlu terus disiapkan ruangan isolasi. Sekarang kita bersyukur tidak ada PDP yang dirawat di sini, kalau nanti ada bagaimana? Kan perlu persiapan. Saya di rumah sakit cut meutia dan direktur bersama kawan-kawan sejawat berbenah dari hari ke hari,” katanya.

Selain itu, asupan makanan untuk para dokter juga menjadi perhatian serius IDI. Sehingga mereka dalam keadaan bugar bertugas. Apalagi, mereka bekerja delapan jam per hari.

“Untuk itu, saya tegaskan kami siap bertempur di garda depan. Namun tolong bantu juga peralatan tempurnya,” pungkas Harry.

Hari ini tercatat 62 PDP dan 1 PDP di Kabupaten Aceh Utara. Kabupaten itu tercatat dengan jumlah penduduk terbesar di Provinsi Aceh yaitu 541.878 jiwa tersebar di 27 kecamatan.

|KCM

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam Pertama Asia Tenggara

Peureulak – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,...

DLH dan Dinkes Temukan Pengelolaan Limbah SPPG Puenteut Belum Sesuai Regulasi

LHOKSEUMAWE – Pengelolaan limbah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi...

Jaringan Irigasi Rusak Akibat Banjir, Pemkab Aceh Timur Usulkan Normalisasi DI Jambo Aye di Pante Bidari

IDI – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Tanaman...

Bupati Al-Farlaky Sambut Tim BPK Pada Entry Meeting Pemeriksaan Terperinci TA 2025

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Mantap, Rekind Bukukan 380 Juta Lebih Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

PT Rekayasa Industri (Rekind) menorehkan catatan penting dalam komitmennya...