ACEH UTARA – Dinas Kesehatan Provinsi Aceh melansir data terbaru penanganan virus corona (Covid-19) di Provinsi Aceh dengan menyebut 84 orang dalam pemantauan (ODP) di provinsi itu. Dari jumlah itu, terbanyak ditemukan di Aceh Utara sebanyak 40 ODP dan satu pasien dalam pengawasan (PDP).
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin, Sabtu (21/3/2020) menyebutkan sebanyak 40 orang dalam pemantauan itu terhitung per siang ini. Sehari sebelumnya data ODP di Aceh Utara hanya 11 orang.

“Iya benar, sudah meningkat. Kami terus memantau 40 orang itu. Mereka dideteksi di Puskesmas. Kami sarankan mengkarantina mandiri di rumah selama 14 hari ke depan, tentu dibawah pemantauan kami,” kata Amir.
Saat ditanya apakah Alat Perlindungan Diri (APD) untuk petugas medis sudah tersedia? “Sampai sekarang belum ada APD di kami. Sampai hari ini. Ini saya sedang duduk dengan bapak bupati (Muhammad Thaib) untuk membahas pembelian APD. Kami juga ingin memastikan agar dokter dan tenaga medis punya APD, tapi sampai sekarang itu belum tersedia,” kata Amir.
Dia menyebutkan, pembelian APD bisa jadi butuh waktu lama. Pasalnya, harus menunggu proses penganggaran dan pembelian dari distributor alat kesehatan. Dia belum bisa memastikan APD itu tersedia dalam pekan ini.
“Kalau anggaran mungkin bisa selesai dua hari ini. Setelah itu kan proses pembelian, itu bisa butuh waktu. Saya tak bisa jawab kapan pastinya, karena kan urusannya dengan distributor,” pungkasnya.
Data per sore ini Provinsi Aceh tercatat 84 orang dalam pemantauan (ODP), 4 PDP dan ditangani di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh serta Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara.

Subscribe to my channel

