BANDA ACEH – Setelah memulai perjalanan dari bulan Juni, akhirnya kelompok gowes ontel disabilitas tiba di di Tanah Rencong.
General Manager Kyriad Muraya Hotel Aceh, Bambang Pramusinto dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Iskandar dan Ketua GAA Koetaradja, Iwan Sunaryo, menerima rombongan itu, Rabu (4/12/2019) di halaman hotel.
Ketiga goweser yaitu Cak Nanang, Cak Rozul, dan Cak Kiki tergabung alam tiga betis timur. Nama betis diambil karena mereka bergerak dengan kekuatan betis tiba di Aceh.
“Dinamain betis, karena kami jalan dari Banyuwangi bergerak dengan betis. Terus kami anggotanya tiga orang dan dari Jawa Timur,” pungkasnya
Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Iskandar dalam sambutannya mengungkapkan sangat mengapresiasi semangat para ontelis disabilitas yang bergerak sangat jauh dari Banyuwangi hingga ke Banda Aceh selama 6 bulan, pada sambutan tersebut juga diramaikan dengan Paguyuban Jawa Timur yang jumlahnya tidak lebih 20 orang.
“Kita warga Banda Aceh sangat mengapresiasi semangat ontelis yang sudah mendayung sangat jauh dari Banyuwangi, bahkan ada 2 orang yang disabilitas yaitu 1 tuna rungu dan yang 1 cacat fisik (hanya memiliki 1 kaki) tapi tetap semangat untuk sampai ke Banda Aceh, jadi mereka nantinya akan menjadi duta wisata untuk mempromosikan Kota Banda Aceh ke Banyuwangi dan Jawa Timur (umumnya),” sambutnya
General Manager Kyriad Muraya Hotel Aceh, Bambang Pramusinto juga mengucapkan selamat datang kepada ontelis disabilitas dari Banyuwangi yang sudah sampai ke Banda Aceh dengan selamat, dan semoga sambutan dari Kyriad Muraya Hotel Aceh sangat berkesan untuk para ontelis dan Paguyuban Jawa Timur. Setelah penyambutan di lobby hotel dilangsungkan dengan ngopi bareng di Daud Terrace Cafe.
“Selamat datang untuk para ontelis dan Paguyuban Jawa Timur, mereka sudah melakukan perjalanan yang sangat jauh, dan semoga sampai di sini (Kyriad Muraya Hotel Aceh) bisa merasakan pelayanan dan sambutan yang istimewa dari kita,” sebut Bambang.
Ia juga menambahkan bahwa selama di Banda Aceh merasa sangat aman dan tentram.
“Banda Aceh ini kota yang sangat aman, selama saya tinggal di Banda Aceh saya merasa sangat aman dan tentram. Jadi untuk para pendatang, khususnya untuk para wisatawan atau investor tidak perlu takut untuk berlibur dan berinvestasi selama di Aceh,” pungkasnya.
|RIL|CICI

Subscribe to my channel

