UncategorizedPerjuangan Ibnu Melawan Derita Bengkak Limpa di Aceh Utara

Perjuangan Ibnu Melawan Derita Bengkak Limpa di Aceh Utara

TUBUHNYA belum sampai satu meter. Tanpa mengenakan pakaian, hanya mengenakan celana pendek. Berdiri di depan rumahnya di Desa Lhok Krek, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Perutnya membengkak mirip wanita hamil. Itulah Ibnu Hajar (11). Bocah yang didiagnosa menderita bengkak limpa.

Buah hati dari pasangan Amiruddin (50) dan Maryati (45) ini sudah pernah dibawa ke Rumah Sakit Umum Kesrem. Dokter di rumah sakit itu merujuknya ke rumah sakit terbesar di Aceh yaitu Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh.

“Siapa yang tak ingin anaknya sembuh. Tapi, bawa ke Banda Aceh, saat ini kami belum mampu. Belum ada uangnya, walau obatnya bisa pakai BPJS. Kan butuh biaya jaga, makan sehari-hari di sana dan lain sebagainya, ” kata Maryati, penuh haru, Kamis (16/5/2019).

Sehari-hari sang suami hanya bekerja menjadi buruh tani. Maryati sesekali bercocok tanam seperti cabai dan padi. Penghasilan mereka sangat terbatas. Nyaris tidak cukup menghidupi keluarga kecil itu.

Mata ibu ini nanar ke langit. Bulingan jernih mulai menetes di kedua pipi. Mengingat saat pertama empat tahun lalu, Ibnu divonis bengkak limpa. Hingga perlahan perutnya semakin membesar. Kulit Ibnu berubah agak ke kuning-kuningan dan tubuh lemah.

Bahkan berat badannya pun hanya 11 kilogram dari berat ideal 25 kilogram.  Kondisi lemah itu pula membuat Ibnu kerap tidak sekolah. Tubuhnya letih dan tak bisa sekolah.”Saya pernah bawa ke Rumah Sakit Kesrem, RS PT Arun di Lhokseumawe. Kalau ke Puskesmas sudah berpuluh-puluh kali saya bawa. Hasilnya dirujuk ke Banda Aceh, karena katanya di sana dokternya tersedia,” sebutnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Khalmida kepada wartawa ditempat terpisah menyebutkan Ibnu mulai ditangani Puskesmas Sawang,Aceh Utara, sejak berusia dua tahun. “Sampai sekarang masih didampingi, utamanya soal gizi,” katanya

 

“Sejak usia anak tersebut umur 2 tahun, sampai sekarang terus di dampingi dan berobat ke puskesmas ahli gizi, malah pihak puskesmas sering turun ke rumah anak tersebut,” jelasnya.

Namun Khalmida mengaku, informasi yang diterima dari dokter, anak tersebut diduiga menderita Suspec Liposarkoma (kanker di jaringan lemak). Sehingga disarankan ke keluarga untuk dibawa ke rumah sakit di Banda Aceh.

“Saya dapat informasi pihak keluarga belum bersedia dengan alasan keterbatasan ekonomi,” pungkas Khalmida.

Lalu, Ibnu kini menunggu penuh harap, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan dermawan lainnya. Membantu keluarganya agar bisa berobat ke rumah sakit lebih lengkap. Agar Ibnu bisa sekolah tiap hari. Tanpa ringis menahan sakit dan lemah ditubuhnya.

“Saya ingin sehat. Ingin sekolah tiap hari. Ingin kerja dan sukses,” pungkas Ibnu Hajar penuh harap.  |KCM

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Saat Mahasiswa Unimal Selesai Ikuti Internasional Summer School di Kazakhstan

Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) telah selesai mengikuti...

350 Petani Sawit Aceh Timur Dapat Bantuan Rehabilitasi Pascabanjir, 411 Hektare Kebun Dipulihkan

IDI– Sebanyak 350 petani sawit swadaya di Kabupaten Aceh...

Bupati Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Polisi Musnahkan 3.000 Pohon Ganja di Aceh Utara, Dua Pemilik Kebun Ditangkap

ACEH UTARA – Personel Polres Lhokseumawe memusnahkan sekitar 3.000...

Temuan BPK: Biaya Operasional-Insentif Bebani Dana Zakat Rp559 Juta di Baitul Mal Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan...