ArtikelKhalid bin Ma'dan: Selagi Pintu Rahmat Terbuka, Cepat Masuklah!

Khalid bin Ma’dan: Selagi Pintu Rahmat Terbuka, Cepat Masuklah!

UMAT Islam utamanya yang mengamalkan Nishfu Sya’ban perlu mengenal lebih dekat tokoh bernama Khalid bin Ma’dan bin Abi Karib al-Kila’i (w. 104 H). Beliau berpesan: “Selagi pintu Rahmat dibuka, cepatlah memasukinya! Sebab kita tak tahu persis Allah menutupnya kembali.”

Khalid bin Ma’dan merupakan salah satu dari sekian generasi tabiin dari kota Syam, Syiria –seangkatan al-Auzai dan Makhul– yang menyebarluaskan amalan Nishfu Sya’ban.

Beliau pernah “berguru” tidak kurang dari 70 sahabat Nabi, di antaranya: Abu Hurairah dan Mu’adz bin Jabbal. Pengalaman spiritual Khalid bin Ma’dan lebih banyak ditimba dari Mu’adz bin Jabal.

Sang guru mengajarinya menjadi hamba Allah yang berjiwa rendah hati, tak sombong dan congkak. Mu’adz bin Jabal bercerita kepada Khalid bin Ma’dan tentang seorang alim yang menjadi da’i ngetop.

Malaikat pencatat amal sampai terkagum-kagum dengan kesalehannya. Tapi ketika laporan amal ibadahnya sampai pintu langit ke tujuh, malaikat menolak sebab ternyata orang alim itu ujub pada dirinya sendiri.

“Tak ada orang satupun yang melebihi kepandaian dan ketenaran diriku,” katanya membanggakan diri. Amal orang alim itupun dilemparkan ke dasar neraka dan dikoyak-koyak sampai tak tersisa.

Wejangan Mu’adz bin Jabal ini sangat membekas dalam hati Khalid bin Ma’dan, sehingga beliau dikenal sebagai ulama yang tak ingin menonjolkan diri. Demikian dikatakan Hubaib bin Shalih.

Tak mudah menemui Khalid bin Ma’dan karena waktunya lebih banyak dimanfaatkan untuk membaca dan menulis. Di samping itu, dirinya tak ingin dikenali orang lain, termasuk tokoh sekaliber al-Auza’i.

“Aku tahu di sini ada orang alim nanya Khalid. Aku ngin menemuinya, namun melalui siapa, aku dapat berjumpa?,” tanya al-Auzai kepada penduduk sekitar kediaman Khalid bin Ma’dan. Mereka menjawab: “silahkan saudara temui putrinya.”

Menariknya, sebelum al-Auzai menemui putri sang ulama, Khalid bin Ma’dan menjumpai langsung al-Auza’i. Hal ini dikarenakan Khalid bin Ma’dan sangat memuliakan ulama sekelas al-Auza’i, dan begitupun sebaliknya.

Kerendahan hatinya membuat Khalid bin Ma’dan disegani banyak orang. Termasuk sang Khalifah, dia tak berani bertatap muka, terkecuali hanya dengan berkirim surat. Sang Khalifah pernah bertanya masalah hukum padanya. Lalu jawaban Khalid dijadikan sumber rujukan pada hakim di seluruh wilayahnya.

Orang biasa sungkan bertemu muka dengan Khalid. Sebab menurut Umar bin Ja’tsam tak ada manusia yang berani bicara masalah keduniaan di majlis Khalid bin Ma’dan. Betapa tidak demikian? Di luar kegiatan membaca dan menulis, Khalid bin Ma’dan di setiap hempasan nafasnya selalu mengeluarkan kalimat tasbih.

Sampai-sampai di waktu wafatnya, ketika janazahnya hendak dimandikan, orang-orang masih menyaksikan jari jemarinya bergerak seperti memutar tasbih. Demikian diriwayatkan oleh Ibrahim bin Ja’far al-Asy’ari.

Khalid bin Ma’dan dikenal sebagai ahli fiqh dan hadits. Para perawi hadits menilai beliau sebagai orang yang terpercaya (tsiqqah). Pengakuan ini salah satunya disampaikan langsung oleh Imam an-Nasai, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Sair A’lam an-Nubala.

Atas dasar itulah, jika ulama hadits setingkat an-Nasai mengakui kebenaran yang diriwayatkan Khalid bin Ma’dan, maka siapalah kita, kok menafikan ketokohannya??

M Ishom El Saha (Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten)

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Helikopter Water Bombing Padamkan Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara

LHOKSUKON- Helikopter water bombing akhirnya berhasil memadamkan api di...

Aceh Utara Usulkan 200 Formasi CPNS Tahun 2026

LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengusulkan sebanyak...

Kontraktor Pembangunan Huntap Korban Banjir Mengeluh Harga Semen Mahal di Aceh Utara

LHOKSUKON – Kontraktor pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk penyintas...

Bukti TJSL Berdampak Nyata dan Berkelanjutan: Rekind Raih 2 Penghargaan Top CSR Award 2026

JAKARTA | PT Rekayasa Indsutri (Rekind) memperoleh dua penghargaan...

Kebakaran Kayu Sisa Banjir Belum Dipadamkan, Warga Minta Diberi Alat Berat Agar Api Tidak Menyebar

LHOKSUKON– Memasuki hari ketiga, kebakaran kayu sisa banjir di...