LHOKSUKON – Proses belajar mengajar di SDN 2 Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh masih belajar dilantai tujuh bulan pascabanjir di kabupaten itu.
Aktivitas belajar mengajar terganggu karena murid tidak nyaman. Selain itu, SDN 5 Langkahan juga mengalami nasib serupa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, dihubungi Kamis (11/6/2026) menyebutkan, sejumlah sekolah di kabupaten itu memang belum memiliki meja dan kursi belajar yang memadai. Sehingga proses belajar mengajar terpaksa dilakukan di lantai.
“Jumlahnya ada banyak, saya lupa persisnya. Namun, data itu sudah kita usulkan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI,” ujar Jamaluddin.
Dia menyebutkan, jawaban Kemendikdasmen, proses pembangunan sekolah pascabanjir dilakukan dalam program revitasilitasi sekolah terdampak banjir.
“Hasil komunikasi kita ke Kemendikdasmen, usulan sudah diterima. Nanti akan dilakukan revitalisasi secara bertahap dengan dana kementerian. Kami tentu berharap, proses revitalisasi bisa segera dilakukan, karena jumlah sekolah banyak yang rusak di Aceh Utara saat banjir,” pungkasnya.
Data Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mencatat sebanyak 669 sekolah rusak akibat banjir pada 26 November 2025 lalu. Sebanyak 74.382 murid dan 9.071 guru terdampak, serta sekitar 65.000 meja dan kursi mengalami kerusakan.|KCM|DIM

Subscribe to my channel

