Asosiasi Psikologi Forensik (APSIFOR) Perwakilan Aceh menggelar kegiatan Sharing Knowledge & Experience Series perdana dengan mengangkat tema “Rekomendasi Psikolog untuk Perkara Perwalian di Mahkamah Syar’iyah”, Jumat (8/5/2026) melalui Zoom Meeting.
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 hingga 16.00 WIB itu menjadi ruang diskusi dan pembelajaran bagi anggota APSIFOR serta peserta yang memiliki perhatian terhadap praktik psikologi forensik, khususnya dalam penanganan perkara keluarga dan perwalian di lingkungan Mahkamah Syar’iyah.
Ketua APSIFOR PW Aceh, Dr. Haiyun Nisa, yang menjadi pemateri utama dalam kegiatan tersebut menjelaskan pentingnya rekomendasi psikologis yang objektif dan komprehensif dalam perkara perwalian.
Menurutnya, rekomendasi psikolog tidak sekadar menjadi dokumen administratif, tetapi juga bagian dari kontribusi ilmiah yang membantu hakim memahami kondisi psikologis para pihak secara menyeluruh.
“Dalam perkara perwalian, psikolog perlu memahami dinamika keluarga, kondisi emosional anak, pola pengasuhan, hingga dampak psikologis akibat konflik keluarga. Semua itu menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Haiyun Nisa juga menjelaskan sejumlah aspek penting dalam penyusunan rekomendasi psikolog, mulai dari landasan etik dan profesional, proses asesmen psikologis, teknik penggalian data, hingga penyusunan kesimpulan dan rekomendasi.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta aktif membahas berbagai pengalaman lapangan, termasuk tantangan asesmen dalam perkara keluarga, hambatan komunikasi dengan para pihak, hingga strategi menjaga objektivitas dalam memberikan rekomendasi psikologis.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain menjadi forum belajar, kegiatan tersebut juga dinilai mampu memperkuat jejaring profesional antaranggota dan pemerhati psikologi forensik di Aceh.
APSIFOR PW Aceh berharap program Sharing Knowledge & Experience Series dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menghadirkan berbagai tema aktual terkait psikologi forensik, hukum, perlindungan anak, dan isu sosial kemasyarakatan lainnya.
Melalui kegiatan itu, APSIFOR PW Aceh menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas praktik psikologi forensik, sekaligus memperkuat kontribusi psikolog terhadap masyarakat dan sistem peradilan.
Di akhir kegiatan, peserta menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan forum tersebut. Mereka menilai materi yang disampaikan relevan, aplikatif, dan bermanfaat bagi pengembangan kapasitas profesional psikolog forensik di Aceh maupun Indonesia secara umum.
|MUMUL

Subscribe to my channel

