.
Aceh Utara—Memasuki empat bulan bencana hidrometeorologi melanda Aceh, khususnya di Aceh Utara, bertempat di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seuneuddon, Aceh Utara, Minggu (29/3) masih terputus.
Jalan utama masih terputus, di antaranya lintas kecamatan di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seneuddon, Aceh Utara, menuju Keude Blang Geuleumpang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Tampak warga menjadikan tiang listrik milik PLN sebagai jembatan, sedangkan untuk pengangan kabel listrik yang diikat antara tiang satu dengan lainnya.
“Jalan ini sudah dua kali ditambak dengan menggunakan alat berat. Tapi ketika terjadi pasang purnama, air laut kembali naik dan mengakibatkan jalan tersebut kembali putus dikarenakan area ini berada di kawasan pantai,” kata penyintas banjir, Muhammad, saat ditemui di lokasi.
Ia mengatakan didaerah ini sering terjadi pasang purnama dan mengakibatkan terjadi abrasi. Pihaknya mendesak pemerintah segera mengatasi permasalahan tersebut. Jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas, baik mengantar anak-anak ke sekolah maupun saat mereka pulang dari melaut.
“Selama jalan putus itu, kami terpaksa mengantar anak-anak kami ke sekolah melewati jalan lintas nasional yang jaraknya mencapai 15 kilometer dari tempat kami ini, sedangkan sebelumnya hanya berjarak 2 kilometer ke sekolah,” katanya.
Ia menambahkan dulu masyarakat di sini hanya mengeluarkan biaya Rp 5 ribu untuk mengisi bahan bakar motor, tapi sekarang harus mengeluarkan Rp 15 ribu untuk mengantar dan menjemput dari sekolah.
Pihaknya mengakui bahwa biaya tersebut untuk saat ini sangat sulit bagi masyarakat di sini, apalagi setelah bencana banjir beberapa bulan lalu. Maka, pihaknya untuk sementara meminta pemerintah untuk menyediakan bus sekolah.
“Dengan adanya bus sekolah tentu itu sangat membantu masyarakat di sini,” pungkasnya.

Subscribe to my channel

