NewsRibuan Penyintas Banjir Aceh Tamiang Terkena Penyakit ISPA, Diare, Influenza dan Penyakit...

Ribuan Penyintas Banjir Aceh Tamiang Terkena Penyakit ISPA, Diare, Influenza dan Penyakit Kulit

KUALA SIMPANG- Penyintas banjir Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, terkena penyakit inspeksi saluran pernapasan atas (ISPA), influenza, diaret akut, tifoid dan penyakit kulit.

Lima penyakit ini dialami penyintas banjir selama masa pengungsian. Penyebabnya dikarenakan kondisi lingkungan, kepadatan pengungsian, keterbatasan air bersih dan sanitasi di lokasi pengungsian.

Kepala Bidang Pencengahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Mulianto dihubungi per telepon, Selasa (10/3/2026) menyebutkan seiring berkahirnya masa tanggap darurat dan pulihnya layanan kesehatan,maka operasi kesehatan darurat telah ditutup per 1 Maret 2026 lalu.

“Sekarang seluruh layanan kesehatan untuk penyintas banjir dikembalikan ke Puskesmas masing-masing. Tidak ada lagi posko terpadu kesehatan,” terang Mulianto.

Sisi lain, muncul suspek penyakit berpotensi kejadian luar biasa seperti demam tifoid dan campak sehingga diperlukan pemantauan lanjutan oleh petugas medis di Puskesmas.

“Untuk penyakit tidak menular, mayoritas penyakit penyintas banjir hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung,” terangnya.

Sepanjang tiga bulan terakhir sambung Mulianto, penyintas banjir terkena ISPA sebanyak 15.632 orang, penyakit kulit 6.848 orang, diare akut 2.843 orang, influenza sebanyak 1.383 orang dan suspek demam tifoid 326.

“Langkah yang kita lakukan, pengobatan ke tenda-tenda, kampanye cuci tangan pakai sabun (CTPS), edukasi kesehatan lingkungan, dan pencegahan penyakit menular,” terangnya.

Langkah lainnya sambung Mulianto bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Aceh Tamiang untuk pengelolaan sampah dua hari sekali di lokasi pengungsian.

“Namun per Maret 2026 ini, 12 Puskesmas kita masing-masing bertugas menjangkau lokasi pengungsian di wilayahnya. Sehingga, tidak ada lagi mobilitas tenaga kesehatan ke lokasi pengungsian,” pungkasnya.

|KOMPAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Nikmati Tari dan Kulineran di Festival Lhok Buloh Aceh Utara

LHOKSUKON- Sebanyak 31 kelompok tari jenjang sekolah dasar dari...

Rembuk Tani Pupuk Indonesia, Menko Zulhas: Petani Senang karena Pupuk Lancar

Aceh Besar – Penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Aceh...

Pengamat Unimal Minta Presiden Perkuat Kontrol Digital Program MBG

LHOKSEUMAWE -Pengamat Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh, Masriadi Sambo, menilai...

Bupati Boleh Berganti, BUMD Tetap Merugi

Setiap kali Aceh Utara memasuki babak baru kepemimpinan, harapan...

Aspikom Aceh Desak Percepat Peralihan Dosen PPPK jadi PNS

LHOKSEUMAWE — Dukungan Komisi X DPR RI terhadap pengalihan...