NewsPenyintas Banjir Aceh Tamiang ; Kapan Kami Bisa Bangkit Lagi…

Penyintas Banjir Aceh Tamiang ; Kapan Kami Bisa Bangkit Lagi…

ACEH TAMIANG- Penyintas banjir di Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, berharap pemerintah mempercepat pemberian bantuan untu korban banjir. Pasalnya, hingga saat ini, sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) sama sekali belum tersentuh.

Salah seorang penjahit pakaian Santi Susan (35) kepada Kompas.com, Minggu (15/2/2026) menyebutkan, pendataan untuk UMKM sudah dilakukan. Namun belum ada bantuan yang diberikan.

“Tujuh mesin jahit saya rusak seluruhnya. Mau ramadhan dan lebaran begini, saya mau terima jahitan juga tidak bisa. Karena mesinnya tidak ada lagi, hanyut terbawa banjir,” kata Santi per telepon.

Dia berharap, pemerintah mempercepat proses validasi dan verifikasi faktual korban banjir. Sehingga seluruh bantuan bisa diberikan dalam waktu dekat.

“Dengan bantuan itu, saya bisa beli mesin lagi. Bisa mulai terima jahitan pakaian lagi. Kalau begini terus, kapan kami bangkit lagi?,” sebutnya.

Untuk bantuan rumah, Santi masuk dalam gelombang kedua. Tim survei validasi telah mendatangi rumah panggung miliknya. Saat usulan pertama, rumahnya masuk kategori rusak berat. Artinya dia akan diberikan rumah baru oleh pemerintah.

Saat banjir 26 November 2025 lalu, ketinggian banjir desa itu variatif antara tiga hingga lima meter. Dua bulan terakhir, Santi menempati tenda pengungsian. Kini, dia memilih bertahan di rumah panggungnya.

“Jika pemerintah cepat memberi bantuan usaha, kami bisa bangkit segera, sembari menunggu hunian tetap siap dikerjakan,” terangnya.

Huntara Belum Rampung
Sementara itu, sekitar 100 kepala keluarga desa itu menunggu hunian sementara (Huntara) yang belum rampung dikerjakan. Padahal, target Presiden RI Prabowo Subianto seluruh penyintas korban banjir bisa melaksanakan ibadah ramadhan di Huntara sembari menunggu hunian tetap selesai dikerjakan.

“Kami harap bantuannya segera diberikan, mohon perhatian presiden atas bencana di Aceh ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Jurubicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Muhammad Farij mengaku tidak memiliki data sisa pengungsi korban banjir yang masih menetap di tenda menjelang ramadhan.

“Saya cek dulu datanya,” jawabnya ringkas lewat pesan singkat.

|KOMPAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Saat Mahasiswa Unimal Selesai Ikuti Internasional Summer School di Kazakhstan

Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) telah selesai mengikuti...

350 Petani Sawit Aceh Timur Dapat Bantuan Rehabilitasi Pascabanjir, 411 Hektare Kebun Dipulihkan

IDI– Sebanyak 350 petani sawit swadaya di Kabupaten Aceh...

Bupati Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Polisi Musnahkan 3.000 Pohon Ganja di Aceh Utara, Dua Pemilik Kebun Ditangkap

ACEH UTARA – Personel Polres Lhokseumawe memusnahkan sekitar 3.000...

Temuan BPK: Biaya Operasional-Insentif Bebani Dana Zakat Rp559 Juta di Baitul Mal Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan...