EdukasiWalah, STIKes Muhammadiyah Didemo, Ini Sebabnya?

Walah, STIKes Muhammadiyah Didemo, Ini Sebabnya?

LHOKSEUMAWE | Puluhan lulusan jurusan keperawatan berdemonstrasi di depan kampus Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah, Kota Lhokseumawe, Senin (14/1/2019). Pasalnya, mereka tak bisa mengikuti rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan peluang kerja lainnya karena belum memiliki sertifikat lulus uji kompetensi ners dari Asosiasiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI).

Padahal, sertifikat itu tugas kampus memasukan nama mahasiswa ke pangkatan data Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, sehingga mahasiswa bisa ikut ujian kompetensi. Sedangkan yudisium dan wisuda baru dilakukan pada September dan Desember 2018, sebelum ujian kompetensi diikuti oleh mahasiswa saat itu.

Koordinator aksi itu, Ramadhana menyebutkan ujian itu digelar tiga kali setahun yaitu bulan Maret, Juli dan Oktober 2018. Namun, pihak kampus belum memasukan data mahasiswa karena alasan proses transisi pergantian ketua.

“Kami ini angkatan 2017 dan 2018 untuk ners sebanyak 48 orang. Kami bersabar, karena masih membuka diskusi dengan kampus, namun tidak diindahkan apa pun. Dampaknya, tes CPNS kemarin tak bisa daftar, begitu juga tes peluang kerja lainnya. Ini merugikan lulusan,” sebut Ramadhana.

Dia menyebutkan persoalan itu juga sudah dilaporkan ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Provinsi Aceh di Banda Aceh. “Dengan kondisi begini, kami minta agar kompensasi dari kampus berupa pengembalian biaya kuliah sebesar Rp 5,3 juta (itu 25 persen dari Rp 21, 5 juta). Biaya wisuda dan yudisium Rp 2,7 juta. Kan harus fair, mereka tidak melayani, tapi biaya diambil penuh,” terang Ramadhana.

Sementara itu, mantan Ketua STIKes Muhammadiyah, Ibrahim, masa jabatannya berakhir pada 17 Mei 2018. Sehingga, STIKes dipimpin Plt Ketua Mahli. “Pelimpahan wewenang mengurus yudisium dan lain sebagainya itu ke wakil ketua satu Sri Andala. Ini harus diselesaikan segera di bulan Juni 2018 hingga mereka bisa ikut uji kompetensi Juli 2018. Saya sudah buat detail kronologis itu dan siap pertanggungjawabkan bukan pada posisi saya sebagai ketua saat itu,” terangnya.

Sedangkan Ketua STIKes Muhammadiyah, Mursal, tidak memberi penjelasan detail. “Saya sedang ada acara,” jawabnya singkat. |TIM

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

BNNP Aceh dan Pemkab Aceh Timur Teken Nota Kesepakatan Pembentukan ULT P4GN

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama Pemerintah Kabupaten...

Listrik Padam Berulang di Aceh, Hak Masyarakat yang Terabaikan

Pemadaman listrik yang masih kerap terjadi di berbagai wilayah...

SMA N 1 Idi Rayeuk Juara Piala Bupati Al-Farlaky 2026

Turnamen Terheboh Sepanjang Pergelaran Event Aceh Timur – SMA Negeri...

Pemkab Aceh Timur Salurkan Dana Stimulan Rumah Rusak Gempa, Total Anggaran Capai Rp118,9 Miliar

ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mempercepat...

Perjuangan Asnah Mengayuh Mimpi Menyentuh Hati Bupati Aceh Timur

Pagi masih muda ketika Asnah mengayuh sepeda tuanya menyusuri...