LHOKSEUMAWE– Gedung Unit Dono Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe dibangun dengan menggunakan anggaran Otonomi Khusus (Otsus) senilai Rp 5,5 miliar akhirnya beroperasi.
Gedung dengan dua lantai berdiri kokoh di Gampong Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe mulai beroperasi setelah Walikota Lhokseumawe, Suadi Yahya melakukan peresmian gedung tersebut.
Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf mengatakan dengan diresmikan gedung UDD PMI Kota Lhokseumawe, maka di Aceh sudah ada lima UDD yakni Banda Aceh, Pidie, Aceh Utara, Kota Langsa dan Lhokseumawe.
Murdani menyebutkan untuk kebutuhan darah di Aceh secara nasional dua persen dari jumlah penduduk. “Insyaallah stok darah disediakan UDD PMI Kota Banda Aceh mampu menyediakan darah diperlukan Pasie di Rumah Sakit,” katanya.
“Kalau di Banda Aceh tidak boleh dikaitkan dengan jumlah penduduk, karena banyak Pasie kabupaten/kota yang dirujuk ke RSUZA Banda Aceh,” katanya.
Dia menyebutkan selama satu dekade stok darah di Banda Aceh cukup dengan ketentuan golongan darah tertentu, dikarenakan dibackup oleh Pemerintah yang selalu menggelar donor darah.
“Untuk peralatan sudah lengkap dan bahkan ruangan sudah tertata rapi dan menggambar bahwa PMI Lhokseumawe siap hadir dimana saja dan kapan saja bila diperlukan,”katanya.
Dia menambahkan untuk memenuhi kebutuhan darah, relawan PMI Lhokseumawe harus berkolaborasi dengan seluruh elemen dan organisasi yang ada di Lhokseumawe.
“Jadi jika ada pasien butuh darah, langsung ada,”ujarnya.
Ketua PMI Lhokseumawe, Juaidi Yahya mengatakan untuk memenuhi Darah, pihaknya akan menjemput bola untuk lokasi-lokasi untuk melakukan donor darah.
“Kita juga akan melakukan Sosialisasi kepada masyarakat pentingnya melakukan darah. Insyaallah, kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk kebutuhan darah jika ada pasien membutuhkannya,”pungkasnya.
|AGA

Subscribe to my channel

