ACEH UTARA – Sebanyak 630 sapi positif terjangkit Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di Kabupaten Aceh Utara. Sepekan lalu, baru 88 sapi yang dinyatakan positif. Dari jumlah itu, 45 diantaranya dilaporkan sembuh.
Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Lilis Indriansyah, per telepon, Senin (23/4/2022) menyebutkan, saat ini, tim dokter hewan bekerja maksimal untuk pengendalian penyakit itu.
“Buktinya 45 sudah sembuh. Semoga bisa segera sembuh lainnya,” kata Lilis.
Untuk lebih jelas, soal ketersediaan obat dan vaksin, dirinya meminta menghubungi Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh Utara, drh Cut Teti Udiati TZ.
Teti menyebutkan, saat ini, obat untuk dibagikan pada peternak tidak tersedia. “Petugas kita, dokter hewan merekomendasikan obat itu ke peternak. Sedangkan obat dari dinas kita dalam proses pengiriman, hasil pengadaan barang tahun ini. Minggu ini kita bagikan pada peternak, ” katanya.
Dia menyebutkan, tahun ini, tersedia pengadaan obat PMK. Namun, diprediksi jumlahnya tidak ada cukup untuk seluruh peternak yang sapinya terjangkit PMK. Karena itu, sambung Teti, dinas sudah meminta bantuan ke Dinas Peternakan Provinsi Aceh dan Kementerian Pertanian RI.
“Sampai sekarang belum ada vaksin dari Kementan RI. Kita sudah minta bantuan obat dan vaksin. Agar bisa segera dibagikan,” katanya.
Meski keterbatasan obat dan vaksin untuk PMK, sambung Teti, dokter hewan siap mendampingi peternak cara memberi obat yang benar pada sapi yang positif PMK.
“Kami tentu berharap agar bantuan obat dan vaksin bisa segera tiba di Aceh Utara. Sehingga bisa diberikan gratis pada masyarakat,” terangnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah daerah di Indonesia termasuk di Aceh Utara dinyatakan positif PMK. Penyakit ini marak di Aceh Tamiang, Aceh Utara dan Aceh Barat serta sejumlah kabupaten/kota lainnya di tanah air.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

