BIREUEN – Salahuddin (40), Minyak Kelapa Hijau S. A. Malahayati UD. Habibie membantu merehab satu unit rumah anak yatim di Gampong Meunasah Baroh, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Kamis (4/2/2021).
Peresmian rumah itu langsung dipimpin Tgk M Yusuf Nasir atau Abiya Jeunieb Pimpinan Dayah Rauhul Mudi Al Aziziyah.
Salahuddin mengatakan biaya rehab rumah anak yatim itu dari hasil penjualan Minyak Kelapa Hijau. “Awalnya, saya mendapat kabar ada rumah anak yatim yang tinggal bersama ibunya Siti Hajar (45) tinggal disebuah rumah tidak layak huni. kemudian, saya mencoba mencari tau keberadaan tiga anak yatim itu,” kata Salahuddin, Kamis (4/2/2021).
Dia mengatakan bentuan diberikan supaya dapat membantu masyarakat terutama anak yatim piatu dan kalangan tidak mampu. Apalagi, masyarakat sedang kesulitan di kala pandemi ini botol.
Meskipun penjualan Minyak Kelapa Hijau sedang menurun semasa pandemi Covid-19. Di saat ini kita dan seluruh dunia dilanda wabah pandemi Covid-19 tentu berdampak kepada sendi perekonomian semua negara tidak terkecuali lndonesia.
“Dengan bantuan ini, tentu kita sangat bersyukur anak yatim tersebut kini sudah memiliki rumah layak huni dan kedepannya kita dapat kembali membantu lainnya yang membutuhkan.” katanya.
Penjualan Minyak S.A Malayahati Menurun
Selama wabah pandemi Covid-19, Salahuddin mengakui produksi dan penjualan minyak kelapa hijau yang dijadikan untuk obat penurun panas anak-anak kini mengalami penurunan produksi. pasalnya, selama wabah covid-19 pejualannya semakin menurun hingga 60 persen.
Salahuddin mengatakan akibatnya dari 12 karyawan terpaksa dihentikan dan hanya tinggal 8 karyawan. Untuk pemasaran minyak itu sudah seluruh Aceh. “Jika penjualan kembali normal, Insya Allah, karyawan yang sempat dirumahkan itu akan di panggil kembali,” katanya.
Dia menyebutkan sebelum pamdemi pihaknya berhasil memproduksi minyak kelapa itu sebanyak 5.000 botol dalam satu bulan. Namun, selama ini hanya memproduksi 2.000 botol per bulan. Tentu pandemi ini sangat berdampak kepada para pelaku UMKM.
Hingga saat ini, Salahaddin masih memproduksi minyak kepala hijau itu di rumahnya di Gampong Meunasah Reuleut, Kecanatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen.
“Dengan menurunya penjualan yang dirasakan para pelaku UMKM. tentu kiranya kita sangat mengharap kepedulian pemerintah. dikarenaka, dengan ini kita dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,”pungkasnya.
| TIM

Subscribe to my channel

