TeknoBincang Seru di HUT ADN Kota Medan

Bincang Seru di HUT ADN Kota Medan

MEDAN | Film dokumenter merupakan audio visual yang mendokumentasikan kenyataan, Karenanya, film
dokumenter adalah arsip atau kepingan sejarah yang penting dalam menentukan arah bangsa,
karena akan menjadi pegangan generasi mendatang untuk bisa menang di zamannya dengan
melihat latar belakang dan dokumen yang ada.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Arsip Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera
Utara, Herli Selbi Simanjuntak, pada sambutannya di acara HUT I Asosiasi Dokumenteris
Nusantara (ADN) Korda Kota Medan, di Literacy Coffee Medan, Selasa (10/11). Acara itu juga
dihadiri Komisioner KIP Sumut Ramdeswati Pohan, Kabid Penyuluhan Gemar Membaca
Erikson Pakpahan, dan pelaku film dokumeter Sumatera Utara. Di sela acara juga digelar
unboxing 10 film rekam pandemi, diskusi dan pemotongan tumpeng.

“Kami sangat mengapresiasi hadirnya ADN Korda Kota Medan, karena fungsi kami sebagai
pembina kearsipan adalah mengumpulkan peristiwa di Sumut. Rekam pandemi ini salahsatu
peristiwa luarbiasa. Dan kami belum punya. Ke depan kita bisa bekerjasama untuk
mengumpulkan dokumentasi pandemi ini,” kata Herli Selbi Simanjuntak.

Dikatakannya, film rekam pandemi yang dilakukan para pelaku film dokumenter yang tergabung
dalam ADN Korda Kota Medan akan sangat bermanfaat bagi generasi mendatang untuk
dijadikan pembelajaran, dengan melihat dampaknya, baik secara ekonomi dan langkah apa yang
diambil pemerintah.

Sementara, Kabid Penyuluhan Gemar Membaca Erikson Pakpahan, mengatakan, kehadiran ADN
Korda Kota Medan sangat menggugah. “Keberadaan ADN bukan kaleng-kaleng. Ada 300-an
pelaku dokumenteris di Indonesia, dimana 10 diantara dari Sumatera Utara, yang berhasil
mendokumentasikan bagaimanan masyarakat kita menghadapi Covid-19 dari beberapa sisi.
Kami anggap ini karya spektakuler. Dan kami berharap ini bisa dititipkan bagi generasi bangsa,”
ujarya.

Ketua ADN Korda Kota Medan, Onny Kresnawan mengatakan, ADN merupakan wadah bagi
sejumlah sineas, periset, penulis dan pegiat film dokumenter di Kota Medan, yang bertujuan
meningkatkan kapasitas dan kompetensi pelakunya. “Di hari jadi pertamanya ini, yang dibuat
dengan sederhana, kami bertekad untuk melahirkan karya-karya film yang bertujuan untuk
kepentingan orang banyak. Rekam pandemi ini merupakan salahsatu output yang dihasilkan oleh
teman-teman dokumenteris dari berbagai sudut pandang dalam menyikapi dan adaptasi atas apa
yang tengah terjadi dimasa pandemic,” kata Onny yang juga koordinator Komite Film di Dewan
Kesenian Sumatera Utara (DKSU) ini.

|TI

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

350 Petani Sawit Aceh Timur Dapat Bantuan Rehabilitasi Pascabanjir, 411 Hektare Kebun Dipulihkan

IDI– Sebanyak 350 petani sawit swadaya di Kabupaten Aceh...

Bupati Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Polisi Musnahkan 3.000 Pohon Ganja di Aceh Utara, Dua Pemilik Kebun Ditangkap

ACEH UTARA – Personel Polres Lhokseumawe memusnahkan sekitar 3.000...

Temuan BPK: Biaya Operasional-Insentif Bebani Dana Zakat Rp559 Juta di Baitul Mal Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan...

PIM Gelar Khitanan Massal untuk 80 Anak di Lingkungan Perusahaan

ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali...