WisataRasakan Durian Daging Tebal, Gurih, Manis, Lemak di Leupung

Rasakan Durian Daging Tebal, Gurih, Manis, Lemak di Leupung

ACEH BESAR – Jam baru menunjukan pukul 11.00 WIB, Sabtu (11/7/2020) saat kendaraan yang kami tumpangi menuju Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar. Kecamatan yang berada di pebukitan dan dihadapan lautan lepas itu terkenal dengan durian yang tersohor.

Menuju Leupung tidak sulit. Dari Kota Banda Aceh silakan memilih rute ke arah Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Sepanjang jalan rambu lalu lintas bisa digunakan patokan.

Jalanan lurus dan aspal mulus memudahkan pengendara. Ditambah jalanan nan luas sehingga bisa memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Di sisi kiri-kanan jalan kecamatan itu banyak pedagang durian. Mereka membangun pondok berjualan durian. Sebagian lagi berjualan di depan rumah. Itulah durian Leupung yang tersohor itu.

Kendaraan yang kami tumpangi singgah di Desa Pulot, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar. Di sana, satu tumpuk durian diatur rapi. Tersedia juga rambutan.

“Piyoh, boh drien na, boh rambot na (singgah, durian ada, rambutan ada),” kata Hamzah, pedagang durian itu.

Sepanjang hari, Hamzah bisa menjual puluhan buah durian yang dibeli dari petani lokal. Kebun durian jauh di atas perbukitan. Soal harga, jangan khawatir, durian ini sangat ramah di dompet. Untuk ukuran besar dibandrol Rp 50.000. Sedangkan ukuran kecil dan sedang sekitar Rp 35.000 per butir.

Lalu, jangan berpikir sanggup menghabiskan satu durian sendiri?

Rasanya sungguh nikmat. Legit, kuning, manis, dan lemak menjadi satu. Rasa lemak dan manis itu sampai ke tenggorokan. Luar biasa nikmatnya. Hamzah berani sombong akan kelezatan durian daerah itu. “Musang King itu tak ada apa-apanya. Coba rasa ini,” katanya berpromosi.

Namun, durian itu durian lokal. Hanya saat musim saja berbuah. Dia memastikan durian itu manis. “Kalau tawar atau tidak matang saya akan ganti. Itu garansinya,” kata Hamzah.

Durian itu dipastikan manis dan berkualitas bagus, karena pohonnya telah tumbuh puluhan tahun. Ukuran pohonnya kata Hamzah sebesar tiga kali tubuh pria tambun.

“Durian itu kalau pohonnya sudah tua, itu buahnya pasti berkualitas. Ini durian kampung. Tak pakai pupuk atau bahan-bahan lain. Tumbuh begitu saja di hutan kita,” katanya.

Nah, ucapan Hamzah benar. Sebutir durian saja rasanya susah menghabiskannya. Sungguh tebal dagingnya, nikmat, lezat dan gurih. Jika ke Aceh, saat bulan Juli-Agustus, maka carilah durian Leupung. Lokasi dimana durian yang tersohor berkualitas sejak puluhan tahun lampau. Selamat mencoba.

|KCM

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

SDN 2 Dewantara Gelar Maulid, Kadis Pendidikan : Pendidikan Islami Modal Utama Anak …

ACEH UTARA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448...

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Ombudsman Sumatera Utara, Kawal Penyaluran Energi

Medan– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara...

Masa Sewa Huntara Berakhir Desember 2026, Nasib Ratusan Penyintas Banjir di Aceh Utara Mengantung?

ACEH UTARA – Ratusan kepala keluarga (KK) penyintas banjir...

Di Musda Golkar, Al-Farlaky Buka Pintu Kolaborasi untuk Pembangunan Aceh Timur

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Steam Blowing Rampung, Rekind Kawal PLTP Salak Unit 7 Menuju Commissioning

JAKARTA -PT Rekayasa Industri (Rekind) tengah mengawal pelaksanaan kegiatan...