AdvertorialKrisis Stok, PLN Aceh Gelar Donor Darah

Krisis Stok, PLN Aceh Gelar Donor Darah

BANDA ACEH | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan bakti sosial donor darah di lapangan olah raga PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh Banda Aceh, Jumat (18/6/2020).

Pelaksana Harian (Plh) General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh Yoserianto juga turut ambil bagian dalam kegiatan donor darah hari ini. Dia menyebutkan, kegiatan donor darah adalah bagian dari kepedulian PLN dalam rangka membantu tanggung jawab sosial antar sesama.

“Selain ini (donor darah) adalah upaya menjaga kesehatan diri sendiri, kata Yose.

Yoserianto yang juga Senior Manajer SDM dan Umum PLN UIW Aceh menambahkan, aksi donor darah yang dilakukan ini juga dalam rangka membantu ketersediaan stok darah yang dimiliki oleh Palang Merah Indonesia Kota Banda Aceh.

Puluhan karyawan dan Jajaran Manajemen dilingkungan PLN Aceh terlihat saling menjaga jarak sehingga tidak berkerumun. Mereka menggunakan masker dan dicek suhu tubuhnya sebelum dilakukan pengambilan darah. Para petugas PMI juga tampak mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap agar aman bagi peserta donor darah.

Sementara itu, Sekretaris Palang Merah Indonesia Kota Banda Aceh Didi, sangat mengapresiasi kegiatan donor darah yang dilakukan karyawan PLN Aceh, dia berharap kerja sama ini bisa terus ditingkatkan karena masyarakat yang membutuhkan darah cukup banyak. Sedangkan dimasa pandemi COVID-19 saat ini jumlah pendonor menurun.

“Kami mengapresiasi kegiatan donor darah yang dilaksanakan oleh PLN Aceh. Kegiatan donor darah ini pastinya akan menambah stok persediaan darah di PMI Kota Banda Aceh. Atas nama PMI kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Aceh atas bantuan yang telah diberikan,” kata Didi.

Didi menambahkan, tidak ada masalah donor darah di saat pandemi, karena tetap mengikuti protocol COVID-19.

Donor darah kali ini mengumpulkan 39 kantong darah berbagai golongan dari 46 pendaftar. Hanya 39 orang yang dinyatakan memenuhi syarat untuk bisa diambil darahnya sementara tujuh orang lagi tidak bisa dilakukan karena alasan kesehatan.

“Target pengumpulan darah kita lakukan sebanyak-banyaknya namun penentuan bisa tidaknya donor tergantung saat pengecekan tim medis”, pungkas Didi.

|RI

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam Pertama Asia Tenggara

Peureulak – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,...

DLH dan Dinkes Temukan Pengelolaan Limbah SPPG Puenteut Belum Sesuai Regulasi

LHOKSEUMAWE – Pengelolaan limbah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi...

Jaringan Irigasi Rusak Akibat Banjir, Pemkab Aceh Timur Usulkan Normalisasi DI Jambo Aye di Pante Bidari

IDI – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Tanaman...

Bupati Al-Farlaky Sambut Tim BPK Pada Entry Meeting Pemeriksaan Terperinci TA 2025

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Mantap, Rekind Bukukan 380 Juta Lebih Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

PT Rekayasa Industri (Rekind) menorehkan catatan penting dalam komitmennya...