LHOKSEUMAWE — Bursa pemilihan Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2027–2030 mulai mengerucut. Hingga penutupan pendaftaran, enam akademisi telah menyerahkan berkas untuk mengikuti kontestasi memimpin salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di Aceh tersebut.
Enam nama itu adalah Dr. Mukhlis, MH, Jullimursyida, PhD, Dr. Alfian, MA, Dr. Baidhawi, MP, Dr. Mohd Heikal, MM, dan Dr. Ir. Asri, MT.
Masing-masing datang dengan latar belakang, pengalaman, dan spektrum gagasan yang berbeda. Ada yang kuat di tata kelola dan birokrasi kampus, ada yang membawa agenda internasionalisasi, pengembangan bisnis universitas, kemahasiswaan, pertanian, hingga pendidikan profesi.
Berikut profil singkat enam bakal calon yang kini menanti proses seleksi administrasi dan tahapan penjaringan berikutnya.
Dr. Mukhlis, MH datang ke bursa Pilrek dengan modal pengalaman panjang dalam pengelolaan universitas. Saat mendaftarkan diri, ia menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unimal.
Latar belakangnya adalah ilmu hukum. Mukhlis menyelesaikan pendidikan sarjana hukum di Universitas Syiah Kuala, magister ilmu hukum dan doktor ilmu hukum di Universitas Padjadjaran.
Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinannya yang kuat pada aspek tata kelola, administrasi, hukum, keuangan, dan manajemen kelembagaan.
Dalam pencalonannya, Mukhlis menawarkan gagasan menjadikan Unimal sebagai kampus transformatif yang unggul di tingkat internasional dengan tetap bertumpu pada potensi lokal.
Agenda yang ditawarkannya mencakup penguatan akademik melalui konsep Link & Match 5.0, pengembangan pusat inovasi komoditas strategis, penguatan mahasiswa dan alumni, pembangunan Smart & Green Campus, serta perluasan kolaborasi sosial melalui Kosabangsa.
Dengan pengalaman di lingkaran pimpinan universitas, Mukhlis menjadi salah satu figur yang menawarkan kesinambungan sekaligus transformasi tata kelola Unimal.
Nama Jullimursyida, PhD memberi warna tersendiri dalam kontestasi Pilrek Unimal. Akademisi dari bidang manajemen ini saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unimal.
Ia menempuh pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Syiah Kuala, kemudian melanjutkan magister manajemen di universitas yang sama dan meraih gelar doktor dari Universiti Sains Malaysia.
Pengalaman mengelola fakultas menjadi salah satu modal penting yang dibawanya ke arena pemilihan rektor.
Jullimursyida menawarkan visi menjadikan Unimal sebagai universitas yang unggul, inklusif dan adaptif berbasis potensi lokal, namun memiliki daya saing global serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.
Sejumlah agenda yang dikedepankannya menyentuh persoalan strategis perguruan tinggi modern: akreditasi internasional, kerja sama global, optimalisasi aset universitas, pembangunan rumah sakit pendidikan, hingga peningkatan prestasi mahasiswa dan penguatan tracer study.
Jika terpilih, arah kepemimpinan Jullimursyida akan menarik untuk dilihat dari sejauh mana agenda internasionalisasi dan penguatan manajemen dapat diterjemahkan menjadi peningkatan reputasi serta daya saing Unimal.
Dr. Alfian, MA memasuki kontestasi dari posisi yang dekat dengan salah satu denyut utama kehidupan kampus: mahasiswa dan alumni.
Saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor, Alfian menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unimal.
Posisi tersebut memberinya pengalaman langsung dalam mengelola berbagai persoalan yang bersentuhan dengan mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, pembinaan prestasi, hingga hubungan dengan alumni.
Dalam peta persaingan Pilrek, latar belakang tersebut menjadi karakter tersendiri. Kepemimpinan universitas tidak hanya berbicara mengenai angka akreditasi, riset, dan keuangan, tetapi juga bagaimana kampus membentuk mahasiswa serta menjaga hubungan dengan lulusan setelah mereka meninggalkan ruang-ruang akademik.
Alfian mendaftar pada 4 September 2026 bersama Dr. Baidhawi, MP.
Sejauh informasi publik yang tersedia, detail visi dan program kerja Alfian masih belum sebanyak beberapa bakal calon lainnya. Karena itu, arah gagasan yang akan ia tawarkan dalam tahapan penyampaian visi-misi menjadi salah satu hal yang layak dinantikan.
Dr. Baidhawi, MP membawa perspektif yang berakar kuat pada dunia pertanian. Ia saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Pertanian Unimal.
Perjalanan akademiknya ditempa dari bidang ilmu tanaman. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Hama dan Penyakit Tanaman di Universitas Syiah Kuala, kemudian meraih magister Ilmu Tanaman di Universitas Padjadjaran dan doktor Ilmu-Ilmu Pertanian dari kampus yang sama.
Bidang keahliannya adalah ilmu gulma, sementara jabatan akademiknya telah mencapai Lektor Kepala.
Kehadiran Baidhawi memberikan perspektif berbeda dalam bursa rektor. Sebagai perguruan tinggi yang tumbuh di wilayah dengan potensi besar pada sektor pertanian dan sumber daya alam, Unimal memiliki ruang luas untuk mengembangkan riset yang tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diterapkan dan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.
Pengalaman memimpin Fakultas Pertanian juga menjadi modal Baidhawi dalam memahami bagaimana pendidikan, penelitian, dan kebutuhan pembangunan daerah dapat dipertemukan.
Ia mendaftarkan diri pada 4 September 2026, menjadikan namanya sebagai salah satu dari enam bakal calon yang akan menjalani proses seleksi Pilrek Unimal.
Dr. Mohd Heikal, MM datang dengan pengalaman yang cukup spesifik: manajemen dan pengelolaan usaha universitas.
Selain menjadi dosen pada Program Magister Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unimal, Heikal dipercaya sebagai Direktur Badan Pengelolaan Usaha Unimal.
Pengalaman tersebut menempatkannya pada wilayah yang semakin penting bagi perguruan tinggi negeri: bagaimana universitas mengelola aset, mengembangkan unit usaha, dan membangun sumber pendapatan yang dapat mendukung keberlanjutan institusi.
Heikal mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor pada 7 September 2026. Ia menjadi pendaftar kelima dalam rangkaian pendaftaran Pilrek Unimal.
Kehadirannya menawarkan warna kepemimpinan yang bertumpu pada perspektif manajerial dan kewirausahaan universitas.
Di tengah tuntutan perguruan tinggi untuk tidak hanya mengandalkan sumber pembiayaan konvensional, pengalaman Heikal di Badan Pengelolaan Usaha menjadi salah satu modal yang menarik untuk diperhatikan.
Pertanyaannya kemudian bukan sekadar bagaimana menghasilkan pendapatan, tetapi bagaimana memastikan kegiatan usaha universitas tetap mendukung misi utama perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan sivitas akademika.
Dr. Ir. Asri, MT menjadi nama terakhir yang menyerahkan berkas pencalonan. Tepat pada hari penutupan pendaftaran, 10 September 2026, ia datang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Unimal.
Saat ini Asri dipercaya sebagai Ketua Program Studi Program Profesi Insinyur Unimal.
Latar belakang teknik dan pengalamannya mengelola pendidikan profesi memberikan warna tersendiri dalam bursa Pilrek. Dunia perguruan tinggi saat ini menghadapi tuntutan yang semakin kuat untuk mempertemukan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Pendidikan profesi menjadi salah satu ruang penting dalam hubungan tersebut. Karena itu, pengalaman Asri di Program Profesi Insinyur menjadi modal yang relevan untuk membawa perspektif tentang kompetensi lulusan, profesionalisme, rekayasa, dan keterhubungan kampus dengan kebutuhan pembangunan.
Masuknya Asri pada hari terakhir pendaftaran sekaligus membuat bursa Pilrek Unimal semakin kompetitif dengan enam nama yang kini menunggu tahapan seleksi selanjutnya.
Enam nama tersebut kini belum menjadi calon rektor definitif. Mereka masih berstatus bakal calon dan harus melewati tahapan seleksi administrasi serta proses penjaringan oleh Senat Unimal.
Kontestasi baru benar-benar memasuki babak penting ketika para bakal calon menyampaikan visi dan program kerja di hadapan Senat. Dari tahapan tersebut, Senat akan menyaring bakal calon menjadi tiga calon rektor.
Pada akhirnya, satu nama akan dipilih untuk memimpin Unimal periode 2026–2030.
Di titik itulah perbedaan latar belakang keenam figur akan diuji: siapa yang mampu menawarkan gagasan paling relevan, siapa yang memiliki rekam jejak paling meyakinkan, dan siapa yang dinilai paling mampu membawa Unimal menghadapi tantangan perguruan tinggi di masa mendatang.
Pilrek Unimal kali ini bukan sekadar pertarungan nama. Ia menjadi pertarungan gagasan tentang seperti apa Unimal akan dibawa: semakin kuat dalam tata kelola, semakin mendunia, semakin mandiri secara ekonomi, semakin dekat dengan mahasiswa dan alumni, semakin relevan dengan potensi daerah, atau semakin erat dengan kebutuhan dunia profesi dan industri.
Pada akhirnya, pilihan itu akan berada di tangan Senat bersama Menteri atau pejabat yang ditunjuk sesuai mekanisme pemilihan rektor perguruan tinggi negeri. |MULYADI
Padang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan…
ACEH UTARA – Ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Utara memadati kawasan Kantor Bupati…
LHOKSUKON - Sebanyak 14 unit rumah untuk penyintas banjir di Desa Abeuk Reuling, Kecamatan Sawang,…
BANDA ACEH – Kebijakan TVRI Aceh merumahkan 17 kontributor di sejumlah kabupaten/kota di Aceh menuai…
Reza Angkasah terlihat kesal bukan kepalang siang itu, Jumat (11/9/2026). Direktur CV Raya Enginering Aceh…
ACEH TIMUR – DPRK Aceh Timur menyetujui Rancangan Qanun tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan…
This website uses cookies.