Categories: AdvertorialFeatured

Krueng Tuan, Pesona Sungai Jernih Tersembunyi di Lereng Bukit Aceh Utara

TERSEMBUNYI di kawasan perbukitan Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Krueng Tuan menghadirkan panorama alam yang masih asri dan alami. Aliran air sungai yang jernih dan dingin mengalir di antara hamparan bebatuan besar, menciptakan suasana tenang yang memanjakan mata sekaligus menyegarkan tubuh.

Krueng Tuan yang berada di Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, menjadi salah satu destinasi wisata alam yang mulai dikenal masyarakat. Lokasinya berada di jalur Simpang KKA menuju Kabupaten Bener Meriah. Dari Kota Lhokseumawe, wisatawan hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan, sedangkan dari Meulaboh dapat ditempuh sekitar 6,5 jam melalui jalur Betong-Takengon menuju Aceh Utara.

Dalam bahasa Aceh, “krueng” berarti sungai. Sesuai namanya, Krueng Tuan menawarkan keindahan khas kawasan hulu sungai yang masih terjaga. Airnya yang bening memungkinkan pengunjung melihat dasar sungai dengan jelas. Arus yang relatif tenang serta kedalaman yang dangkal di beberapa titik menjadikan lokasi ini aman dan nyaman untuk aktivitas rekreasi keluarga.

Seperti kebanyakan hulu sungai yang berada di kawasan perbukitan, Krueng Tuan dikelilingi pepohonan rindang yang menciptakan suasana sejuk sepanjang hari. Kicauan burung berpadu dengan suara gemericik air yang mengalir dari sela-sela batu besar, menghadirkan ketenangan yang sulit ditemukan di kawasan perkotaan.

Salah seorang pengunjung asal Meulaboh, Aisha Niati, mengaku sengaja singgah ke Krueng Tuan saat melintasi jalur Takengon–Aceh Utara melalui kawasan KKA.

“Kebetulan kami datang pada hari Senin, bukan akhir pekan, sehingga pengunjung tidak terlalu ramai. Tempatnya sangat nyaman dan air sungainya sangat dingin,” ujar Aisha, Selasa (9/10/2026)

Menurut Aisha, anak-anak terlihat sangat menikmati bermain dan mandi di sungai karena kondisi air yang relatif dangkal. Selain itu, di sekitar kawasan sungai juga terdapat sejumlah warung yang menyediakan berbagai makanan dan minuman bagi pengunjung.

“Airnya begitu dingin. Anak-anak sangat puas mandi di sini. Banyak warung makanan di sekitar sungai, walaupun beberapa tidak buka karena bukan hari libur,” katanya.

Selain menawarkan keindahan alam, Krueng Tuan juga didukung fasilitas yang cukup memadai. Tersedia area parkir yang luas, toilet, serta musala yang dapat digunakan pengunjung. Untuk masuk ke kawasan wisata ini, pengunjung hanya dikenakan biaya parkir kendaraan.

Pengunjung disarankan membawa alas duduk seperti tikar atau perlengkapan piknik lainnya agar dapat menikmati suasana alam dengan lebih nyaman. Banyak wisatawan memilih duduk bersama keluarga di tepi sungai sambil menikmati bekal makanan yang dibawa dari rumah.

Lokasi wisata ini cukup mudah dijangkau. Dari Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, pengunjung dapat menuju Simpang KKA di Kecamatan Dewantara, kemudian melanjutkan perjalanan sekitar 30 menit menuju Kecamatan Nisam Antara. Jalan menuju lokasi sudah beraspal dan relatif nyaman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Keberadaan Krueng Tuan juga menjadi bagian dari potensi wisata alam yang berkembang di jalur tengah Aceh. Kawasan ini berada pada lintasan yang menghubungkan Aceh Utara dengan wilayah dataran tinggi seperti Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Warga setempat, Maulizar, mengatakan kawasan wisata tersebut biasanya ramai dikunjungi saat akhir pekan maupun musim libur panjang.

“Tempat ini ramai dikunjungi pada akhir pekan, terlebih saat libur Lebaran. Banyak pengunjung datang bersama keluarga untuk menikmati suasana alam dan mandi di sungai,” ujarnya.

Meski demikian, potensi wisata yang dimiliki Krueng Tuan dinilai masih membutuhkan perhatian dan pengelolaan yang lebih baik. Di beberapa titik kawasan wisata masih ditemukan sampah yang ditinggalkan pengunjung sehingga mengurangi keindahan alam yang dimiliki.

Respon Bupati

Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis alam yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa menghilangkan kelestarian lingkungan.

“Krueng Tuan merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Keindahan alam yang dimiliki menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Pemerintah daerah mendukung pengembangan wisata ini agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Ismail A. Jalil.

Ia menambahkan, pengembangan destinasi wisata harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Pariwisata tidak hanya soal mendatangkan pengunjung, tetapi juga bagaimana menjaga alam tetap lestari. Karena itu, kesadaran masyarakat dan wisatawan untuk menjaga kebersihan menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Aceh Utara, Umar Ali, menilai Krueng Tuan memiliki potensi untuk menjadi salah satu destinasi unggulan wisata alam di Aceh Utara apabila dikelola secara maksimal.

Menurutnya, keunggulan utama Krueng Tuan terletak pada kondisi alam yang masih alami, kualitas air sungai yang jernih, serta suasana pegunungan yang sejuk dan nyaman.

“Krueng Tuan memiliki daya tarik yang sangat kuat karena menawarkan pengalaman wisata alam yang autentik. Wisatawan dapat menikmati sungai yang bersih, suasana hutan yang sejuk, serta panorama alam yang masih terjaga,” kata Umar Ali.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya mendorong promosi destinasi wisata tersebut agar lebih dikenal masyarakat luas, termasuk melalui berbagai kegiatan promosi dan publikasi wisata daerah.

“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata ini. Jika lingkungan tetap terjaga, maka minat wisatawan untuk berkunjung akan terus meningkat dan pada akhirnya berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat,” tambahnya.

Dengan segala keindahan yang dimiliki, Krueng Tuan menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam yang tenang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Aliran sungai yang jernih, udara yang sejuk, serta pemandangan perbukitan yang hijau menjadikan destinasi ini layak masuk dalam daftar kunjungan wisata di Aceh Utara.

Bagi masyarakat Aceh maupun wisatawan yang sedang melintasi jalur tengah Aceh, Krueng Tuan menawarkan pengalaman wisata sederhana namun berkesan. Keindahan alam yang masih terjaga menjadi modal besar bagi destinasi ini untuk berkembang sebagai salah satu ikon wisata alam Kabupaten Aceh Utara di masa mendatang.

Dukungan Dinas

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Aceh Utara, Umar Ali, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan objek wisata Krueng Tuan sebagai salah satu destinasi unggulan wisata alam di Kabupaten Aceh Utara.

Menurut Umar Ali, dukungan yang diberikan tidak hanya melalui promosi wisata, tetapi juga mencakup pembinaan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan wisata, serta penguatan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami terus melakukan pendampingan kepada masyarakat dan kelompok sadar wisata agar mampu mengelola destinasi secara lebih baik. Keberhasilan sebuah objek wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alamnya, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan dan pelayanan kepada pengunjung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Disporapar Aceh Utara berupaya memperkenalkan potensi Krueng Tuan melalui berbagai media promosi, baik secara langsung maupun digital. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta memperluas jangkauan informasi mengenai destinasi wisata yang ada di Aceh Utara.

Selain promosi, pihaknya juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sekitar kawasan wisata. Masyarakat lokal dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan destinasi sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.

“Ketika masyarakat terlibat secara aktif, maka dampak ekonomi yang dihasilkan akan lebih besar. Kehadiran wisatawan dapat membuka peluang usaha baru seperti kuliner, penyewaan perlengkapan wisata, penjualan produk UMKM, hingga jasa pemandu wisata lokal,” kata Umar Ali.

Ia juga menilai bahwa Krueng Tuan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata keluarga dan wisata berbasis alam. Keberadaan sungai yang jernih, lingkungan yang sejuk, serta akses jalan yang cukup baik menjadi modal penting untuk menarik minat wisatawan.

Namun demikian, Umar Ali mengingatkan bahwa kebersihan dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama. Ia berharap seluruh pengunjung memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga fasilitas yang telah tersedia.

“Kami mengajak seluruh pengunjung untuk bersama-sama menjaga keindahan Krueng Tuan. Alam yang bersih dan terawat merupakan aset berharga yang harus diwariskan kepada generasi mendatang. Jika kawasan ini tetap lestari, maka manfaatnya akan terus dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Disporapar Aceh Utara akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperkuat pengelolaan destinasi wisata tersebut. Sinergi berbagai pihak dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan Krueng Tuan sebagai destinasi wisata alam yang nyaman, aman, dan berdaya saing.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, Krueng Tuan diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu ikon wisata alam Aceh Utara yang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah di Aceh maupun luar provinsi.

|ADVERTORIAL

Bagikan Postingan
Sambo

Recent Posts

Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si  secara resmi membuka Pelatihan Petugas…

28 minutes ago

9 SPPG Lhokseumawe Tutup Sementara, Sekda ; Kami Surati BGN

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menyesalkan penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota…

31 minutes ago

56 Huntara Rusak Karena Angin Kencang Belum Diperbaiki di Aceh Utara

LHOKSUKON- Sebanyak 56 hunian sementara (Huntara) penyintas banjir yang rusak karena angin kencang pada 2…

45 minutes ago

Bupati Al- Farlaky Terima Penghargaan Dari KIA

Aceh Timur – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menerima penghargaan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2025…

53 minutes ago

Gunung Salak, Negeri di Atas Awan Menjadi Magnet Wisata Aceh Utara

BELASAN mobil berjejer rapi di depan kafe yang berdiri di puncak perbukitan Gunung Salak, Kecamatan…

1 hour ago

Viral, Penyintas Banjir Bertahan dalam Hujan di Aceh Utara

LHOKSUKON – Video seorang ibu dengan lima anaknya di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten…

11 hours ago

This website uses cookies.