Categories: FeaturedNews

Pembebasan Lahan untuk Huntap Penyintas Banjir Aceh Utara Dibebankan ke APBD


LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menetapkan 21 lahan untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) penyintas banjir di kabupaten itu. Namun, pembabasan lahan harus ditanggung oleh dana daerah lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala BPBD Aceh Utara, Fauzan, Sabtu (9/5/2026) menyebutkan lahan itu khusus dibangun untuk rumah penyintas banjir secara komunal. “Pusat lewat Kementerian Perumahan membangun rumahnya. Lahan harus disiapkan oleh daerah. Biaya pembebasan lahan akan dimasukan dalam APBD 2027 mendatang,” ujar Fauzan.

Untuk menentukan lahan rumah bukan pekara mudah. Syarat utama, lahan itu harus disetujui oleh penyintas banjir dan bersedia menempati rumah yang akan dibangun dilahan tersebut.

“Jangan sampai nanti setelah dibangun, tidak mau ditempati dengan alasan jauh dari lokasi rumah awal saat bencana pada 26 November 2025 lalu. Maka, kita pastikan penyintas banjir setuju atas lahan yang ditunjuk untuk pembangunan rumah,” ujarnya.

Selain itu, dengan keterbatasan keuangan daerah, sambung Fauzan, apakah akan mampu menanggung biaya pembebasan 21 titik lahan itu dalam satu tahun anggaran. Persoalan itu akan dibahas bersama dengan DPRD saat pembahasan rencana APBD 2027 yang dilakukan dalam tahun 2026 ini.

“Jadi saya imbau masyarakat tetap bersabar. Karena, ada mekanisme yang harus kita lewati, tidak bisa secepat yang dipikirkan oleh masyarakat. Kami paham dan sangat paham keluhan masyarakat,” pungaks Fauzan.

Sekadar diketahui, pola pembangunan hunian tetap untuk korban banjir terbagi dua. Khusus untuk pembangunan huntap di lokasi tanah milik korban disebut insitu dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan anggaran Rp 60 juta per unit. Sedangkan pembangunan rumah komunal dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman RI.

Saat ini, 104 unit rumah dibangun oleh Kementerian Politik dan Keamanan RI telah diserahkan di Kecamatan Lapang, Aceh Utara. Lalu 500 unit rumah lainnya dibangun oleh Yayasan Buddha Tsuchi di Kecamatan Baktiya, Tanah Jambo Aye, dan Kecamatan Langkahan Aceh Utara diperkirakan rampung Agustus 2027 mendatang. Total baru 604 unit rumah untuk penyintas banjir yang sudah tersedia di Aceh Utara.

|MUMUL|KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

PGRI dan Bunda Guru Dilantik, Bupati Al- Farlaky Targetkan Sekolah Cetak SDM Unggul Di Aceh Timur

ACEH TIMUR – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Timur dan Bunda Guru Kabupaten…

9 hours ago

Ekspor Urea Indonesia Tiba di Australia, Perkuat Ketahanan Pangan Kawasan Indo-Pasifik

Brisbane – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil merealisasikan pengiriman urea ke Australia sebagai bagian dari…

9 hours ago

Kompas Bangun Kembali SDN Teumpeun, Bupati Al-Farlaky: Investasi Masa Depan Generasi

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si, bersama Ketua TP -…

10 hours ago

Ini Saran Pengamat Unimal untuk Tatakelola MBG Presiden Prabowo

LHOKSEUMAWE | Pengamat Komunikasi Politik, Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Masriadi Sambo,…

1 day ago

Ditopang Transformasi Tata Kelola dan Efisiensi, Pupuk Indonesia Kembali Masuk Fortune Southeast Asia 500

Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 (FSEA500)…

2 days ago

Cuaca Ekstrem, Wilayah Tengah Aceh Waspada Longsor

LHOKSUKON– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kantor Bandara Sultan Malikussaleh, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…

2 days ago

This website uses cookies.