Categories: AdvertorialFeatured

2 Sumur Bor Semburkan Gas dan Air Setinggi 40 Meter di Aceh Timur, Bupati Turun Tangan

IDI – Sumur bor yang baru saja digali di Desa Matang Keupula Sa dan Desa Meunasah Tingkeum, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh mengeluarkan gas dan menyemprotkan air setinggi 40 meter. Kondisi itu membuat warga sekitar lokasi kejadian panik.

Kepala Desa Matang Kupula Sa, Daniel, Minggu (9/8/2026) menyebutkan sumur itu merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penyintas banjir desa itu.

Namun, sesaat setelah digali, air sumur menyembur tinggi sekitar 40 meter. Selain itu, bau air bercampur bau gas. Dampaknya, sumur itu tidak bisa digunakan. Kasus itu pun dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Timur.

“Pengerjaan langsung dihentikan. Karena ketinggian airnya diatas normal. Ditambah bau gas yang mengkhawatirkan,” kata Daniel.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyebutkan telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup Aceh Timur untuk turun ke lapangan dan memastikan kondisi masyarakat aman dari semburan gas. “Sudah saya perintahkan lakukan langkah-langkah terukur untuk melindungi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Timur, Jamaluddin dihubungi terpisah menyebutkan timnya sudah mendatangi lokasi itu.

“Kita minta tim perusahaan minyak dan gas PT Medco E&P Malaka juga membantu. Kita lakukan tes di beberapa titik dekat lokasi sumur, hasilnya memang ditemukan CH4atau gas yang mudah terbakar sebesar 2-3 persen,” katanya.

Gas itu sambung Jamaluddin tidak keluar secara terus menerus lewat sumur bor. Meski begitu, untuk sementara, lokasi itu dipasang garis polisi agar tidak membayakan masyarakat.

“Kami imbau warga tidak mendekat ke lokasi, tidak merokok di dekat lokasi karena gas ada di sekitar itu dan berpotensi terbakar,” katanya.

Sedangkan di Desa Meunasah Tingkeum sambung Jamaluddin, tim tidak menemukan gas berbahaya. Namun, masih terlihat gelembung gas diatas permukaan bekas sumur bor.

“Artinya masih adanya potensi emisi gas, sehingga tetap terdapat potensi bahaya,” ujarnya. Dia menyebutkan, kedua lokasi itu kini dibatasi dari masyarakat. “Kami imbau menjauh dari lokasi. Alangkah baiknya sumur ditutup,”pungkasnya.[]

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol

Padang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat sinergi dengan berbagai…

1 day ago

Perkuat Peran EPC Nasional, Rekind Bangun Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida Petrokimia Gresik

JAKARTA -PT Rekayasa Industri (Rekind) kembali memperkuat kiprahnya dalam pembangunan industri kimia nasional melalui kepercayaan…

2 days ago

Pertamina Patra Niaga “Cadiak Pandai Goes to School” Kukuhkan Satuan Tugas Lingkungan Sekolah, Semarakkan Hari Inovasi Indonesia di Ulakan Tapakis

Padang Pariaman– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Aviation Fuel Terminal Minangkabau…

3 days ago

Tak Berhenti, Bupati Al-Farlaky Kembali Lobi Wamensos RI Perjuangkan Pencairan Jadup

Jakarta-- Upaya mempercepat pencairan bantuan Jatah Hidup (Jadup) bagi korban banjir di Aceh Timur terus…

3 days ago

Ketua PCNU Lhokseumawe Bekali Santri Pemahaman Turats, Tegaskan Pentingnya Penguasaan Kitab Kuning

LHOKSEUMAWE – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe, Dr. Tgk. M. Rizwan Haji…

3 days ago

Forbes DPR RI Asal Aceh Kecam Penembakan Warga Saat Pengibaran Bendera Bintang Bulan

BANDA ACEH | Ketua Forum Bersama (Forbes) DPR RI - DPD RI Asal Aceh, TA…

3 days ago

This website uses cookies.