IDI – Jembatan gantung penghubung Desa Batu Sumbang dan Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Selasa (24/2/2026) akhirnya selesai dibangun. Sebelumnya, berpuluh tahun antar dua desa itu hanya bisa terhubung dengan menggunakan perahu.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, juga menyerahkan dua perahu untuk mendukung akses transportasi pedalaman itu. Perahu itu sumbangan AQL (Ar-Rahman Quranic Learning Center) bersama sejumlah relawan yang membantu penyintas banjir di Kabupaen Aceh Timur.
“Perahunya menjadi aset kecamatan, silakan digunakan. Jangan dibisniskan. Sekadar buat beli bensin dan perbaikan ringan bolehlah diambil ongkos sedikit,” kata Al-Farlaky.
Dia pun mencoba jembatan gantung yang bisa dilalui oleh kendaraan roda dua itu. “Nanti coba dicek lagi ukuran perahunya, apakah cukup sebesar ini. Kalau untuk ambulans sungai, apa bisa sebesar ini. Nanti kita tambah jumlah perahunya agar sekalian untuk ambulans sungai,’ ujarnya.
Jaga Hutan
Selain itu, dia menyatakan komitmennya menjaga kawasan hutan di pedalaman itu. Pasalnya, sisa kayu gelondongan di kecamatan itu menandakan ada aktivitas penebangan liar di kawasan hutan. Sehingga kayu memenuhi area perkampungan hingga pusat kecamatan.
“Hutan di sini masih asri, kita akan jaga bersama. Kita kawal, menolak keras aktivitas penebangan liar kawasan hutan,” terangnya.
Huntara Rampung Sepekan
Sedangkan pembangunan hunian sementara (Huntara) untuk penyintas banjir yang dikerjakan oleh rekanan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), diperkirakan akan rampung sepekan ke depan.
“Saya minta jaga kualitas bangunannya, jangan asal jadi. Agar nyaman digunakan penyintas banjir,” pungkasnya.[]

Subscribe to my channel

