Categories: FeaturedNews

Sahraja, Kampung yang Hancur Disapu Banjir Aceh Timur

ACEH – Dua bulan pascabencana di Desa Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, kampung pedalaman itu didatangi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Wakil Gubernur Aceh Fadhullah dan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Falrky, Kamis (22/²/2026) sore.

Saat datang ke lokasi pedalaman itu, Tito melihat hamparan kehancuran desa luar biasa. Sekolah dan seluruh rumah hancur. Seluruhnya hilang dan rusak berat. Beruntung tidak ada korban jiwa di desa itu. Pasalnya, ketinggian air naik secara bertahap pada 26 November 2025 lalu. Sehingga warga sempat melarikan diri ke dataran lebih tinggi.

“Kita lihat diatap sekolah ada kayu log besar sekali. Atap atap rumah juga ada kayu log. Itu menunjukan tingginya genangan air saat itu. Semuanya hilang dan rusak berat,” kata Tito yang juga Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana Sumatera.

Dia juga menyoroti akses jalan yang belum bisa dilalui dengan kendaraan roda empat. Hanya bisa dilalui kendaraan sepeda motor jenis trail. Bahkan, katanya, satu dusun dalam desa itu harus diakses lewat jalur sungai.

“Fokus pertama kita membuka akses jalan, BNPB, Danantara dan Kementerian PU buka akses jalan dulu. Agar bisa dilalui untuk memudahkan suplai logistik dan tranportasi orang serta barang,” terangnya.

Huntara
Fokus lainnya sambung Tito pembangunan hunian sementara, jika warga tidak menginginkan maka langsung dibangun hunian tetap. Mereka, kata Tito ingin hunian tetap dibangun diatas lahannya sendiri.

“Nanti BNPB bangun rumah diatas lahan sendiri itu namanya insitu. Mereka tadi bicara ke saya tidak mau ramai-ramai, dibangun diatas lahan sendiri,” ujarnya.

Pembangunan Sekolah
Selain itu, dia menyebutkan pembangunan sekolah dasar baru di desa itu. Pekan depan dia akan bertemu dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu’ti untuk membahas pembangunan gedung sekolah baru itu.

“Para guru tadi minta agar diberi tenda belajar tambahan. Pak BNPB sudah menyanggupi,” tegasnya. Dia meminta agar masyarakat bersabar dan memuji kegigihan Bupati Aceh Timur dalam penanganan bencana.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Jaringan Irigasi Rusak Akibat Banjir, Pemkab Aceh Timur Usulkan Normalisasi DI Jambo Aye di Pante Bidari

IDI – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mengusulkan normalisasi jaringan…

7 hours ago

Bupati Al-Farlaky Sambut Tim BPK Pada Entry Meeting Pemeriksaan Terperinci TA 2025

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., sambut dan membuka kegiatan…

14 hours ago

Mantap, Rekind Bukukan 380 Juta Lebih Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

PT Rekayasa Industri (Rekind) menorehkan catatan penting dalam komitmennya terhadap keselamatan kerja, dengan mencatatkan pencapaian…

14 hours ago

Status Dosen PPPK: Momentum Kebijakan Presiden Prabowo untuk Menutup Celah Ketidakadilan Struktural

Oleh: Dr. BukhariPraktisi Hukum di Lhokseumawe, Aceh Keputusan Komisi X DPR RI yang menyatakan persetujuan…

2 days ago

Abu Doto Telah Pergi: Menyusuri Jejak Pengabdian dr Zaini Abdullah untuk Aceh

Langit Aceh seperti menyimpan kesedihan yang sulit diucapkan dengan kata-kata pada Sabtu siang, 13 Juni…

2 days ago

Pria Asal Sultra Ditemukan Selamat di Aceh Utara, Polisi Dalami Dugaan Penyekapan

LHOKSUKON – Seorang pria asal Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, bernama Fadli Faresi (22), ditemukan…

2 days ago

This website uses cookies.