Categories: FeaturedNews

Kalau Bisa Dibantu Lampu Tenaga Surya, Dua Bulan Listrik tak Menyala…

ACEH UTARA– Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh sudah hampir dua bulan listrik padam pascabanjir pda 26 November 2025 lalu. Saat ini, mereka menggunakan penerangan dari mesin generator listrik dari pemerintah dan sumbangan dari sejumlah lembaga. Namun, kendalanya tidak mampu mengisi bahan bakar minyak.

“Kalau bisa dibantu lampu tenaga surya. Kalau mesin generator listrik kami sudah cukup, namun ya itu, warga agak berat mengisi bahan bakarnya. Harga Pertamax di sini Rp 16.000 per liter,” terang Kepala Desa Leubok Pusaka, Janni per telepon, Minggu (18/1/2026).

Dia menyebutkan, selama ini warga tidak bekerja, karena area perkebunan mereka rusak pascabanjir. Sehingga tidak memiliki pendapatan untuk membeli bahan bakar menghidupkan mesin generator.

“Kalau lampu tenaga surya, kami aman, tidak perlu membeli bahan bakar. Malam hari bisa menyala listrik di kawasan pengungsian,” terangnya. Saat ini, tim PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sambung Janni sudah mulai masuk ke pedalaman itu. Namun belum seluruh tiang listrik terpasang.

“PLN mulai bekerja, tapi kabel dan tiangnya belum seluruhnya terpasang menuju kampung ini,” terangnya.

Logistik Jangka Panjang
Sisi lain, sambung Janni, pengungsi tetap membutuhkan logistik dalam jangka panjang. Pasalnya mereka belum bisa menanam lahan pertanian pascabanjir di pedalaman Aceh Utara itu.

“Kalau logistik kami butuh dalam jangka panjang. Kami berterima kasih pada pemerintah dan seluruh relawan yang sudah membantu warga kami selama hampir dua bulan ini,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Leubok Pusaka, salah satu desa paling parah hancur karena banjir. Tujuh dusunnya terpaut satu sama lain seluruhnya rusak parah. Ratusan orang mengungsi. Desa itu paling pedalaman di Aceh Utara berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

PLN Sedang Bekerja
Sementara itu, Manajer Unit Layanan Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Panton Labu, Azlinsyah, menyebutkan sangat sulit membawa material untuk memulihkan listrik di pedalaman itu.

“Tim kami terus bekerja, medan yang berat memang menjadi kendala. Semoga bisa segera kita nyalakan,” pungkasnya.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Bupati Al-Farlaky Percepat Pembangunan Huntap Serba Jadi

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., memimpin rapat bersama warga…

16 hours ago

Dentuman Rapai Menggema Hingga Dini Hari

LHOKSUKON – Sebanyak 50 tim Rapai Pase menabuh rapai (alat musik tradisional) di Desa Dayah…

16 hours ago

Pupuk Indonesia Dukung Regenerasi Atlet Angkat Besi Melalui Kejurnas Angkat Besi Youth & Junior 2026

Semarang – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional. Komitmen…

16 hours ago

Syekh dan Ketua Grup Terima Penghargaan Dalam Pertunjukan Budaya Duel Akbar 50 Rapai Pase

LHOKSUKON – Sebanyak 16 pemimpin rapaiyang terdiri syekh dan ketua grup menerima piagam penghargaan atas dedikasi danpengabdian…

17 hours ago

Rumoh Rapai Pase Dideklarasikan dalam Pertunjukan Budaya Duel Akbar 50 Rapai Warisan Indatu dan Gen Z

LHOKSUKON – Rumoh Rapai Pase dideklarasikan dalam Pertunjukan Budaya Duel Akbar 50 Rapai Pase yang mempertemukan Blah Nou Krueng…

17 hours ago

Bupati Al-Farlaky Buka Khitan Massal Baitul Mal, 118 Anak Terima Layanan dan Santunan

ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Baitul Mal Kabupaten Aceh Timur menggelar kegiatan…

17 hours ago

This website uses cookies.