ACEH UTARA– Sebanyak 19 jembatan bailey dibangun di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Jembatan itu sebagai pengganti sementara jembatan yang ambruk diterjang banjir pada November 2025 lalu.
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil akrab disapa Ayahwa kepada Kompas.com, Minggu (18/1/2026) menyebutkan tiga jenis pembangunan jembatan di kabupaten itu mulai dari jembatan baylei, Aramco dan jembatan plat beton.
Proses pengerjaan jembatan tahap satu itu diperkirakan rampung dua pekan ke depan. Salah satu jembatan yang telah rampung di Kecamatan Sawang, Aceh Utara.
“Misalnya di jembatan Matang Serdang yang menghubungkan Kecamatan Tanah Jambo Aye dengan Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, itu dibangun baylei. Ukurannya 4×30 meter,” sebut Ayahwa.
Dia menyebutkan, tim satuan tugas jembatan TNI AD memastikan ukuran dan lebar jembatan sesuai dengan kontur tanah di lokasi. Pasalnya, sebagian jembatan awalnya kecil, pascabanjir sudah melebar dan panjang.
“Tim satuan tugas jembatan memastikan keamanannya, sehingga jembatan ada yang lebih panjang dari jembatan awalnya sebelum banjir,” sebutnya.
Sedangkan jembatan lainnya sambung Ayahwa akan dibangun tahap dua sebanyak 78 unit lagi. “Total jembatan di Aceh Utara hancur, patah dan hilang itu 97 unit. Saya terus berkoordinasi dengan satgas jembatan agar seluruhnya rampung dikerjakan,” katanya.
Pembangunan jembatan sangat penting untuk memudahkan akses barang dan orang dalam kabupaten itu. Sehingga geliat ekonomi masyarakat pascabanjir cepat pulih kembali.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

