Categories: FeaturedNews

Aceh Utara Daerah Pertama Rehab Sawah Pascabanjir

ACEH UTARA– Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman memastikan seluruh lahan pertanian terdampak banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat. Aceh Utara dijadikan tempat pertama untuk rehab sawah pascabanjir.

“Sesuai perintah bapak Presiden, dahulukan Aceh dan daerah terparah. Karena itu, kita mulai di sini,” kata Amran, di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara.

Amran datang bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau Ayahwa.

“Semua sawah yang terdampak bencana akan diperbaiki. Itu perlu diperhatikan, semua biaya ditanggung oleh pusat,” kata Amran.

Dikatakan Amran, sistem perbaikan melalui padat karya. Artinya petani memperbaiki sawahnya sendiri dibantu alat pertanian, namun upahnya ditanggung oleh pemerintah pusat.

“Kita sepakat padat karya. Rakyat atau yang punya sawah bekerja jadi upahnya dibayar pusat. Sehingga saudara kita punya sawah memiliki lapangan dan digaji harian walaupun pengerjaan merupakan lahan sendiri sehingga memiliki pendapatan,” tuturnya.

Amran menyebut, target penyelesaian tahapan pemulihan di tiga provinsi khususnya Aceh maksimal berjalan tiga bulan.

Bahan Pangan Aman
Dia memastikan stok pangan masih mencukupi hingga tiga sampai enam bulan ke depan, dengan pasokan pangan seluruh Indonesia saat ini mencapai 3,2 ton.

“Perlu saya tegaskan kepada seluruh korban bencana alam. Pangan untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencukupi dan tidak bermasalah,” kata Amran.

Bantuan dari Mentan untuk tiga provinsi itu secara keseluruhan sebanyak 44 ribu ton beras, 6.000 ton minyak. Namun hampir separuh diturunkan di Aceh yang dikirim lewat kapal laut serta pesawat Hercules.

Selain perbaikan lahan, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih dan pupuk bagi petani terdampak, sebagai upaya mempercepat masa tanam berikutnya serta menjaga produktivitas pertanian di wilayah Aceh.

Khusus Aceh Utara, kata dian, pupuk Urea 200 ton, benih padi 836 ton, traktor roda dua 32 unit dan traktor roda empat sebanyak 11 unit.

“Saya minta kepada Dirjen Sumber Daya Alam atau SDA, jangan pernah meninggalkan Aceh. Jika pun nanti pulang tinggalkan satu orang atau direktur di sini. Tolong dipercepat penanganan, saudara kita butuh uluran tangan, cobaan Aceh merupakan cobaan kita semua,” imbuhnya.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol

Padang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat sinergi dengan berbagai…

1 day ago

Perkuat Peran EPC Nasional, Rekind Bangun Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida Petrokimia Gresik

JAKARTA -PT Rekayasa Industri (Rekind) kembali memperkuat kiprahnya dalam pembangunan industri kimia nasional melalui kepercayaan…

2 days ago

Pertamina Patra Niaga “Cadiak Pandai Goes to School” Kukuhkan Satuan Tugas Lingkungan Sekolah, Semarakkan Hari Inovasi Indonesia di Ulakan Tapakis

Padang Pariaman– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Aviation Fuel Terminal Minangkabau…

3 days ago

Tak Berhenti, Bupati Al-Farlaky Kembali Lobi Wamensos RI Perjuangkan Pencairan Jadup

Jakarta-- Upaya mempercepat pencairan bantuan Jatah Hidup (Jadup) bagi korban banjir di Aceh Timur terus…

3 days ago

Ketua PCNU Lhokseumawe Bekali Santri Pemahaman Turats, Tegaskan Pentingnya Penguasaan Kitab Kuning

LHOKSEUMAWE – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe, Dr. Tgk. M. Rizwan Haji…

3 days ago

Forbes DPR RI Asal Aceh Kecam Penembakan Warga Saat Pengibaran Bendera Bintang Bulan

BANDA ACEH | Ketua Forum Bersama (Forbes) DPR RI - DPD RI Asal Aceh, TA…

3 days ago

This website uses cookies.