BENER MERIAH – Warga Desa Damaran Baru, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh panik saat air Sungai (Wih) Gile di desa itu meluap tiba-tiba pada Kamis (8/1/2026) sore.
Video meluapnya sungai itu direkam di salah satu kafe berdurasi 48 detik lalu viral di media sosial.
Salah seorang warga Yusrizal dihubungi per telepon Jumat (9/1/2026) menyebutkan peristiwa itu terjadi sore hari. Tiba-tiba air sungai itu meluap membawa kayu dan lumpur.
“Sekitar dua jam air sungai itu penuh kayu ukuran kecil dan lumpur. Itu mengejutkan warga dan panik. Maka, pengunjung kafe panik dan melihat ke arah sungai,” terang Yusrizal.
Dia menyebutkan tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang ditimbulkan banjir itu. Namun warga trauma akan peristiwa banjir dan longsor yang terjadi November 2025 lalu.
Apalagi sambung Yusrizal hingga kini sejumlah lokasi masih terisolasi dan ratusan orang masih mengungsi di Kabupaten Bener Meriah.
“Penyebabnya hujan deras sepanjang pagi hingga sore hari kemarin. Maka air sungai meluap. Beruntung tidak ada korban jiwa dan kerusakan lainnya,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, kiri-kanan sungai terpaut 100 meter dengan pemukiman penduduk. Sehingga tidak ada kerusakan rumah warga. Nama Wih Gile dalam bahasa gayo berarti Sungai Gila. Sungai ini terhubung ke kaki gunung berapi Burni Telong.
“Semoga tidak hujan lagi, sehingga tidak banjir atau longsor lagi,” pungkas Yusrizal.
|KOMPAS
LHOKSUKON- Sejumlah kepala desa di Provinsi Aceh kini disibukan dengan merubah warga data di aplikasi…
ACEH TIMUR - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Timur, Tgk H Thahir MD atau…
LHOKSEUMAWE- Wali Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Sayuti Abubakar menonaktifkan tiga kepala dinas dan badan di…
ACEH TIMUR - Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh Timur, Rizalihadi mengatakan dalam…
LHOKSUKON- Ratusan warga Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, merubah status pekerjaan untuk merubah data dsil…
Lhokseumawe — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe…
This website uses cookies.