ACEH UTARA– Tim gabungan kembali menemukan satu jenazah korban banjir yaitu Tihawa (41) warga Desa Ule Glee, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Sabtu (10/1/2026). Dengan begitu, jumlah korban banjir kini 231 jiwa. Terbesar di seluruh daerah terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfo) Kabupaen Aceh Utara, Halidi menyebutkan upaya pencarian korban banjir masih terus dilakukan.
“Sesuai intruksi bupati, SAR Aceh Utara bersama masyarakat terus melakukan pencarian. Dari data, enam warga kita masih dinyatakan hilang,” terang Halidi.
Enam warga itu yakni Syawaluddin Desa Paloh Igeuh, Kecamatan Dewantara. Lalu Saidah dan Mawardah warga Desa Lhok Reudeub, Kecamatan Tanah Jambo Aye.
Berikutnya M Salah warga Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan. Yahwa warga Desa Gunci dan M Reza warga Desa Babah Krueng, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
“Pencarian terhadap enam warga ini terus dilakukan. Semoga bisa segera kita temukan. Dukungan pencarian juga dari masyarakat desa,” sebut Halidi.
Dia menyebutkan, seluruh data korban banjir diserahkan secara berkala ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sehingga data di daerah cocok dengan data BNPB.
“Kami berterima kasih pada semua pihak yang ikut membantu pencarian korban banjir selama ini,” pungkasnya.
|KOMPAS
LHOKSUKON- Sejumlah kepala desa di Provinsi Aceh kini disibukan dengan merubah warga data di aplikasi…
ACEH TIMUR - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Timur, Tgk H Thahir MD atau…
LHOKSEUMAWE- Wali Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Sayuti Abubakar menonaktifkan tiga kepala dinas dan badan di…
ACEH TIMUR - Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh Timur, Rizalihadi mengatakan dalam…
LHOKSUKON- Ratusan warga Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, merubah status pekerjaan untuk merubah data dsil…
Lhokseumawe — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe…
This website uses cookies.