NewsMelewati Puluhan Malam dalam Gelap di Pengungsian Buket Linteung…

Melewati Puluhan Malam dalam Gelap di Pengungsian Buket Linteung…

ACEH UTARA- Malam itu sejumlah pengungsi korban banjir belum tidur di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Kamis (2/1/2026) malam.

Jam menunjukan pukul 21.00 WIB. Sebagain duduk di depan tenda warna biru yang dibangun seadanya. Sebagian lagi duduk berkelompok sambil berbincang.

Dua mesin generator listrik dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyinari sebagian lokasi pengungsian. Sebagian lagi tampak gelap. Malam itu, genap 38 hari mereka hidup tanpa listrik sejak banjir besar melanda kampung itu pada 26 November 2025 silam.

Saat mobil relawan datang membawa bantuan, anak-anak berkerumun. Beruntung para relawan membawa roti atau makanan lain yang disukai anak-anak.

Pembagian pun dilakukan dengan menggunakan cahaya lampu handphone. “Maklum, belum sehari pun listrik menyala di desa kami. Lihat saja kabel listrik masih di jalan atau dipinggiran jalan terjatuh semuanya,” kata Kepala Desa Buket Linteung, Mansur.

Dalam remang cahaya handphone dia pun menunjukan tiang dan kabel listrik yang berserakan. “Akan lama sepertinya kami melewati malam-malam gelap,” sebutnya.

Dia menyebutkan, 2.400 jiwa atau 710 kepala keluarga mendiami desa itu. Dari 400 unit rumah, hanya tersisa 18 unit rumah saat ini. selebihnya habis disapu banjir.

Kini, mereka bukan lagi membutuhkan bahan pangan. Mereka mulai butuh hunian sementara yang layak. Sehingga masing-masing kepala keluarga memiliki tempat lebih nyaman.

Bantuan lain berupa pakaian untuk anak-anak kelompok umur. “Anak-anak agak susah, karena pakaian, makanannya sesuai umurnya. Misalnya susu, sesuai umur bayi, itu yang kita butuhkan sekarang ini, sesuai kelompok umur,” terangnya.

Sebulan lebih pascabanjir mereka belum bisa berkebun. Seluruh kebun mereka rata dengan lumpur ditutupi kayu yang terbawa banjir.

“Semoga para relawan terus mendukung dan pemerintah juga. Agar kami bisa pelan-pelan menata hidup,” terangnya.

Sementara itu, Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pantonlabu Azlinsyah dihubungi terpisah mengakui kendala lapangan membuat timnya sulit melakukan pemulihan suplai listrik ke pedalaman itu.

“Tiang, kabel dan trafo kita rusak semua. Sebagian tumbang, itu butuh waktu lama untuk pemulihan ke pedalaman,” terangnya.

Meski begitu, sambung Azlinsyah, timnya terus berusaha memperbaiki suplai listrik ke seluruh pedalaman di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Sekadar diketahui, Buket Linteung merupakan desa paling pedalaman di Kabupaten Aceh Utara. Satu-satunya desa yang belum menyala listrik di kabupaten itu sejak hari pertama banjir pada 26 November 2025 lalu.

|KOMPAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Semen Mulai Tersedia di Aceh, Harga Masih Mahal Rp 80.000 Per Sak

LHOKSUKON – Semen mulai tersedia di sejumlah toko di...

Kemenkeu Tambah DAU 2026 untuk 20 Daerah di Aceh, Bukan Perjuangan Satu Daerah

BANDA ACEH—Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambah alokasi Dana...

Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

Jakarta – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,...

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sabet 7 Penghargaan ISRA 2026, Komitmen Nyata Kontribusi untuk Masyarakat

Medan - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut senantiasa tegaskan...