NewsKetika Relawan Pertama Menembus Desa Paling Terisolasi Saat Banjir Aceh Utara…

Ketika Relawan Pertama Menembus Desa Paling Terisolasi Saat Banjir Aceh Utara…

ACEH UTARA – Hendra Yuliansyah memimpin relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Utara menerobos daerah paling terisolasi di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (3/12/2025).

Mereka membawa tenaga medis, obat-obatan dan bantuan. Posko darurat kesehatan digelar di desa yang penuh dengan tumpukan kayu gelondongan sisa banjir. Hanya sisa 18 rumah di desa itu. Selebihnya hancur total.

Untuk menuju ke lokasi itu, mereka menggunakan jalur jalan nasional, lalu berbelok kearah jalan Cot Girek ikuti lurus jalan itu menyusuri perkebunan sawit. Lalu tiba di Desa Bola Mas, lalu berbelok ke kanan menyusuri jalan setapak.

Jalan utama penghubung Kecamatan Cot Girek dan Langkahan tertutup longsor. Personel Koramil memandu relawan menyusuri jalan setapak itu hingga tiba di Polsek Langkahan. Setelah itu berbelok ke kiri menuju Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan.

“Hanya jalur ini yang bisa dilalui kendaraan. Walau menerobos hutan dan kebun sawit,” kata Hendra.

Setiba di Desa Geudumbak, hamparan gelondongan kayu menutup badan jalan dan rumah warga. Sebagian rumah bahkan hanya tersisa atap saja. Tertimbun gelondongan kayu.

Warga di sana belum mendapat layanan medis. “Sebagian besar luka saat banjir, kena paku, seng dan lain sebagainya. Sebagian lagi gatal dan demam. Kita bawa tim medis untuk penanganan sementara,” terang Hendra.

Selain membantu logistik bahan panagan dan pakaian layak pakai dan membagikan obat obatan.

“Paling penting itu sekarang bahan pangan, pakaian dan obat. Pakaian tidak ada lagi. Harap semua rakyat Indonesia melihat Aceh Utara. Rakyat lainnya silakan membantu sebisa kita, saling bahu membahu,” pungkas Hendra.

Sekadar diketahui,banjir di kawasan itu mulai terjadi 22 November 2025. Kini sejumlah titik masih terisolir dan belum bisa diakses. Sedangkan kabuapten lain banjir baru terjadi pada 26 November 2025.

|KOMPAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Semen Mulai Tersedia di Aceh, Harga Masih Mahal Rp 80.000 Per Sak

LHOKSUKON – Semen mulai tersedia di sejumlah toko di...

Kemenkeu Tambah DAU 2026 untuk 20 Daerah di Aceh, Bukan Perjuangan Satu Daerah

BANDA ACEH—Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambah alokasi Dana...

Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

Jakarta – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,...

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sabet 7 Penghargaan ISRA 2026, Komitmen Nyata Kontribusi untuk Masyarakat

Medan - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut senantiasa tegaskan...