Categories: FeaturedNews

Pemerintah Pusat Diminta Bentuk Badan Ad Hoc untuk Rehab Rekon Aceh Paska Banjir

ACEH UTARA – Pemerintah pusat diminta untuk membantu logistik bahan pangan untuk Provinsi Aceh. Pasalnya, banjir yang merendam sembilan kabupaten/kota di Aceh sepanjang lima hari terakhir telah membuat seluruh persediaan bahan pokok habis. Jika pun ada terjadi kenaikan harga dua kali lipat di pasaran.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, Masriadi Sambo, Selasa (2/12/2025) menyebutkan bantuan bahan pangan paling mendesak.

“Presiden Prabowo bisa memerintahkan kapal perang untuk menerobos jalur laut mengangkut bahan pangan, termasuk suplai lewat udara. Karena sejumlah daerah lumpuh total,” katanya.

Dia menyebutkan, pemerintah pusat juga harus memikirkan rehabilitasi dan rekontruksi paska banjir Aceh kali ini. Pasalnya, ribuan rumah hancur, ratusan orang meninggal dunia dan seluruh infratruktur dan fasilitas umum rusak berat.

“Perlu dibentuk sejenis badan ad hoc sementara untuk membantu pemulihan Aceh paska banjir besar kali ini. Banjir ini layaknya tsunami, karena rumah pun bergeser ke badan jalan di Aceh Utara,” kata Masriadi.

Sehingga badan itulah yang fokus membantu pemulihan Aceh paska bencana. Badan itu bisa diisi tim gabungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Sehingga tepat sasaran pada korban banjir yang membutuhkan.

“Termasuk memperketat pengawasan agar tidak salah sasaran bantuan yang diberikan. Pengawasan mungkin di badan ad hoc itu bisa melibatkan apparat penegak hukum,” terangnya

Langkah itu penting seluruh kabupaten/kota di Aceh memiliki kemampuan fiskal minimalis. Sisi lain, Gubernur Muzakkir Manaf (Mualem) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI sebaiknya mengizinkan revisi APBD 2026 yang sudah disahkan di sejumlah kabupaten/kota.

“Baiknya dalam APBD direvisi Kembali, difokuskan untuk pembangunan infrastruktur yang rusak, mulai jalan, jembatan, areal pertanian, sekolah dan lain sebagainya,” terangnya

Bahu Membahu
Dia mengajak seluruh warga Indonesia membantu pemulihan Aceh dan menahan diri berujar tidak pantas di media sosial. Tidak ada daerah yang ingin raknyatnya sengsara ditengah banjir. Hanya saja, masing-masing daerah memiliki keterbatasan tersendiri.

“Untuk itu, tahan komentar di media sosial. Seakan-akan pemerintah tidak hadir di lokasi banjir. Semua hadir, mulai relawan, pemerintah, TNI/Polri dengan kadarnya masing-masing. Mari bahu membahu meringankan beban pengungsi banjir,” pungkasnya.

|MUMUL

Bagikan Postingan
Mumul

Recent Posts

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Terima Bantuan Alkes Dari RSO Soeharso Surakarta

ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menerima bantuan alat kesehatan ortotik prostetik (OP) dari…

15 hours ago

1 September 2026, Harga BBM Non Subsidi Naik, Segini Rinciannya

Medan – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut kembali melakukan penyesuaian harga berkala Bahan Bakar…

16 hours ago

Lhokseumawe Darurat Celana Pendek, Menunggu Aksi Sayuti

Lhokseumawe tampaknya perlu memberi perhatian serius terhadap persoalan busana di ruang publik. Celana pendek di…

1 day ago

PWI Lhokseumawe Oknum TNI Pukul Wartawan di Aceh Utara ke Denpom

ACEH UTARA — Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lhokseumawe, Haiqal Alfikri, melaporkan dua anggota TNI…

1 day ago

Tok, Ayahwa Gratiskan Denda PBB Selama 16 Tahun

ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memberikan kabar baik bagi masyarakat yang masih memiliki…

2 days ago

Bupati Al-Farlaky Launching Pembangunan Huntap Korban Banjir Aceh Timur

Apresiasi Untuk Pemerintah Pusat Respon Bantu Aceh Timur ACEH TIMUR-Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky,…

2 days ago

This website uses cookies.