ACEH UTARA- Sebanyak 110 pasien korban banjir kini dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Rabu (3/12/2025). Sebanyak delapan orang dilaporkan meninggal dunia. Kapasitas pasien pun bertambah dua kali lipat dari biasanya. Sehingga lantai dipasang kasur untuk bisa merawat pasien.
Direktur RSUCM Aceh Utara Syarifah Rohaya menyebutkan mayoritas pasien korban banjir mengalami luka robek karena benda tajam. “Selain itu ada sesak nafas, diare, demam dan gatal. Ada juga trauma,” terangnya.
“Jika pun admnistrasinya belum lengkap, tangani dan wajib rawat. Administrasi nanti kita pikirkan, terpenting korban selamat dan mendapat perawatan medis,” terangnya.
Sekadar diketahui,banjir di kawasan itu mulai terjadi 22 November 2025. Kini sejumlah titik masih terisolir dan belum bisa diakses. Sedangkan kabuapten lain di Aceh banjir baru terjadi pada 26 November 2025.
|ADVERTORIAL
LHOKSUKON- Helikopter water bombing akhirnya berhasil memadamkan api di tumpukan kayu sisa banjir Desa Babah…
LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengusulkan sebanyak 200 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil…
LHOKSUKON – Kontraktor pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…
JAKARTA | PT Rekayasa Indsutri (Rekind) memperoleh dua penghargaan di ajang Top CSR Awards 2026.…
LHOKSUKON– Memasuki hari ketiga, kebakaran kayu sisa banjir di Desa Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Kabupaten…
Lhokseumawe- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe menyalurkan dua ekor sapi qurban untuk masyarakat…
This website uses cookies.